|
Menu Close Menu

PLN Riau-Kepri Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik

Selasa, 09 Juni 2020 | 13:54 WIB

RIAUANTARA.CO | Pekanbaru,_ General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepri Daru Tri Tjahjono menegaskan, bahwa semenjak 2017 hingga saat ini tidak ada kenaikan tarif listrik. Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja ke Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar di Kediaman Gubri, Selasa (09/06/2020).

Namun, Daru mengatakan bahwa terjadinya kenaikan tagihan listrik di Juni 2020 disebabkan meningkatnya aktivitas masyarakat di rumah sehingga penggunaan listrik masyarakat menjadi meningkat saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena pandemi Covid-19.

"Adanya penetapan status darurat bencana Covid-19 di Indonesia dan penerapan PSBB, masyarakat menjadi lebih banyak melakukan aktivitas di rumah, mulai dari Work From Home dan aktivitas selama bulan suci Ramadhan yang juga setiap tahunnya selalu naik dalam pemakaian listrik. Hal ini menyebabkan pemakaian listrik di Mei (rekening Juni) menjadi naik,” jelasnya.

Selain itu, semenjak pemberlakuan PSBB berdampak dengan petugas PLN yang tidak dapat melakukan pencatatan stand meter langsung ke rumah-rumah pelanggan. Sehingga untuk tagihan rekening listrik pada April dan Mei menggunakan perkiraan perhitungan rata-rata di tiga bulan sebelumnya.

"Untuk meringankan pembayaran rekening listrik bulan Juni ada solusi yaitu dengan program Relaksasi dari PLN, pelanggan akan dikenakan pembayaran sebesar tagihan Mei 2020 ditambah 40% dari nilai kenaikan rekening Juni 2020 dan sisanya 60% bisa di angsur selama 3 (tiga) bulan sesuai keputusan PLN Pusat” ujarnya.

Akan hal ini, Daru menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Riau atas kondisi terjadinya lonjakan tagihan rekening listrik bulan Juni yang telah meresahkan masyarakat atau pelanggan PLN.

"Sebagai langkah untuk memudahkan dan meningkatkan pelayanan bagi penyelesaian masalah ini, kami telah menyiagakan petugas pelayanan kami untuk lebih responsif dan menyiapkan posko layanan di unit-unit layanan, maupun secara langsung dengan mendatangi masyarakat serta melalui sarana komunikasi yang telah disediakan atau Hotline Center melalui nomor Whatsapp,” pungkasnya.
(mc/red)
Bagikan:

Komentar