|
Menu Close Menu

Iran menembakkan misil ke kapal induk tiruan AS di selat Hormuz

Rabu, 29 Juli 2020 | 13:37 WIB

DUBAI, Uni Emirat Arab | Pasukan Pengawal Revolusi paramiliter Iran menembakkan rudal dari helikopter yang menargetkan replika kapal induk AS di Selat Hormuz yang strategis, televisi pemerintah melaporkan pada hari Selasa ,(28/7/2020) sebuah latihan yang bertujuan mengancam AS di tengah ketegangan antara Teheran dan Washington.

Dilansir dari www.aljazeera.com, Cuplikan pertandingan perang yang disiarkan di televisi pemerintah menunjukkan pasukan udara dan angkatan laut Garda bersiap untuk serangan di lepas pantai barat daya negara itu.

Speedboat meluncur melintasi air dalam formasi sebelum pasukan darat menembakkan meriam dan sebuah rudal diluncurkan dari helikopter, meninggalkan jejak asap sebelum muncul untuk menabrak sisi kapal perang palsu.

Manuver maritim Iran dilakukan pada saat ketegangan yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat.
Angkatan Laut AS mengutuk "perilaku tidak bertanggung jawab dan ceroboh oleh Iran", menyebutnya sebagai upaya "untuk mengintimidasi dan memaksa".

Armada ke-5 Angkatan Laut AS, yang berbasis di negara Teluk Bahrain, juga mengkritik penggunaan Iran atas kapal induk replika.

"Kami menyadari latihan Iran yang melibatkan serangan tiruan kapal yang mirip dengan kapal induk tak bergerak," kata juru bicara Komandan Rebecca Rebarich dalam sebuah pernyataan yang diemailkan ke kantor berita AFP.

"Angkatan Laut AS melakukan latihan pertahanan dengan mitra kami yang mempromosikan keamanan maritim untuk mendukung kebebasan navigasi; sedangkan, Iran melakukan latihan ofensif, berusaha mengintimidasi dan memaksa."

Sementara pandemi coronavirus telah melanda Iran dan AS selama berbulan-bulan, ada peningkatan tanda-tanda konfrontasi karena AS telah berargumen untuk memperpanjang embargo senjata PBB selama bertahun-tahun di Teheran yang akan berakhir pada bulan Oktober.

Pertandingan perang itu terjadi hanya beberapa hari setelah Teheran menuduh jet tempur AS melecehkan sebuah pesawat komersial Iran atas Suriah.

Ketegangan telah meningkat antara Teheran dan Washington sejak Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir Iran pada 2018.

Kedua negara telah hampir dua kali berkonfrontasi langsung sejak Juni 2019, ketika Guard menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak AS di Teluk.

Permusuhan mereka semakin dalam setelah jenderal paling terkenal Iran, Qasem Soleimani, terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di dekat bandara Baghdad.

Salah satu konfrontasi terbaru adalah pada pertengahan April, ketika AS menuduh Garda menggunakan speedboat untuk mengganggu kapal perangnya di Teluk.***
Bagikan:

Komentar