Bersama Disdik, DPRD Riau Komit Kawal PPDB 2022 | RIAUANTARA.CO
|
Menu Close Menu

Bersama Disdik, DPRD Riau Komit Kawal PPDB 2022

Rabu, 29 Juni 2022 | 15:09 WIB




RIAUANTARA.CO.| PEKANBARU- Pernyataan Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar yang mengancam akan mencopot kepala sekolah (Kepsek) yang nekad "bermain" dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Tahun Ajaran 2022, mendapat dukungan dari ketua komisi V DPRD Riau, Robin Hutagalung SH. Ia mengatakan PPDB tahun ini tetap berpedoman pada aturan yang ada.


"Disitu ada jalur zonasi, prestasi, afirmasi dan ada pindahan. Kita memahami harapan masyarakat agar anaknya bisa masuk sekolah negeri. Tapi kita juga harus melihat daya tampung sekolah," ucapnya.(29/06/22).


Menyikapi hal itu sebut Robin, komisi V DPRD Riau dengan Dinas Pendidikan berkomitmen mengawal PPDB tahun ini sehingga tak menimbulkan persoalan seperti  yang berkembang di masyarakat seperti dikatakan ada jalur diluar itu. 


"Kita harus mendukung apa yang disampaikan pak Gubernur yang sudah mengingatkan kepala sekolah. Supaya kepala sekolah konsisten dalam menjalankan aturan. Sehingga tudingan  -tudingan yang lalu itu kita tak mau dengar lagi" ujarnya.


Menyinggung kemungkinan adanya kendala mengingat PPDB tahun ini dilakukan secara online di seluruh daerah di Riau, Robin mengaku sejauh ini tidak ada kendala.


"Kita kan sudah turun di berbagai kabupaten/kota. Dan itu indak ada masalah. Yang menjadi persoalan itu sebenarnya di SMA/SMK  perkotaan seperti Pekanbaru yang menginginkan anaknya harus sekolah di SMA 8 misalnya. Padahal dia sendiri tidak masuk zonasi itu," ujarnya.


Politisi asal fraksi PDIP itu mengatakan, persoalan sesungguhnya adalah membludaknya tamatan SMP yang melanjutkan pendidikan di SMA/SMK Negeri. 


Sebagai solusi ungkap Robin, Disdik Riau akan membangun unit sekolah baru terutama di wiayah pinggiran kota. 


"Nantinya di setiap kecamatan ada 1 SMA/SMK Negeri. Misalnya Pekanbaru ada 15 kecamatan. Idealnya di setiap kecamatan harus  ada sekolah baru. Kita juga harus memahami keterbatasan anak, ketersediaan lahan terutama di kota Pekanbaru," ujarnya.


Saat ini kata Robin, pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan lahan. Pasalnya tanpa ketersediaan lahan sekolah tak mungkin sekolah baru bisa dibangun.


Disisi lain Robin juga meminta sekolah swasta terutama sekolah swasta yang sudah mapan, agar tidak mengejar profit semata. Melainkan menyediakan sekolah gratis terutama bagi orangtua yang kurang mampu.


Seperti diketahui, Gubernur Riau Syamsuar mengancam akan mencopot kepala sekolah (Kepsek) yang nekad "bermain" dalam Penerimaan Peserta Didik  Baru (PPDB) SMA/SMK Tahun Ajaran 2022.


Hal itu disampaikannya saat melaunching aplikasi website, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online, ppdb.riau.go.id, tingkat SMA/SMK Negri sederajat secara online untuk tahun ajaran 2022/2023. Dimana Dinas Pendidikan Provinsi Riau membuka pendaftaraan siswa yang baru lulus SMP.


"Kepala sekolah yang bermain dicopot, mungkin ada kepentingan ada usaha untuk mencari fulus, jangan main-main soal ini, sesuai dengan aturan PPDB yang terbuka dan tidak ada gangguan. Mudah-mudahan dapat amanah dan menjalankan tugas dengan sebaiknya, menjadikan anak-anak yang berkualitas,” tegas Gubri kepada kepala sekolah yang hadir, Senin (20/6/22). (fin)

Bagikan:

Komentar

Iklan Bupati Rohil

Iklan Bupati Rohil