Konflik di Terantang Diduga Berkaitan Dengan Hak Pengelolaan Adat dan Tanah Ulayat | RIAUANTARA.CO
|
Menu Close Menu

Konflik di Terantang Diduga Berkaitan Dengan Hak Pengelolaan Adat dan Tanah Ulayat

Senin, 27 Juni 2022 | 20:13 WIB




Riauantara.co.| Pekanbaru - Kasus penyerangan yang dilakukan sekelompok orang di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, beberapa hari lalu, diduga kuat berkaitan dengan hak pengelolaan adat dan tanah ulayat. Kedepan setiap persoalan yang terjadi ditengah masyarakat, negara harus hadir.


Dugaan itu disampaikan anggota komisi I DPRD Riau, Mardianto Manan saat dikonfirmasi, Senin (27/6/22).


"Konflik lahan yang terjadi umumnya dipicu oleh sengketa adat dan tanah ulayat. Saya bisa memprediksi juga bahwa keributan yang terjadi di internal koperasi tersebut, diduga kuat berkaitan dengan hak pengelolaan adat dan tanah ulayat," terangnya.


Ia mengatakan pihaknya mendukung Nawacita Presiden RI Joko Widodo bahwa negara harus hadir di setiap persoalan dengan masyarakatnya. 


"Kalau kita terjemahkan tentu negara itu diterimakan oleh aparat setempat, Gubernur atau Bupati, Kapolda atau Kapolres tadi untuk menyelesaikan masalah itu. Sehingga tidak terjadi keributan seperti itu. Kalau persoalan adat tentu orang adat yang muncul," ujarnya.


Politisi asal fraksi PAN DPRD Riau itu pun mendesak aparat terkait agar segera menyelesaikan masalah itu secara elegan supaya tidak berlanjut. 


"Beberapa tahun lalu saya kan pernah menulis bahwa Riau ini sarang beternak konflik. Suatu ketika konflik itu beranak pinak maka akan meledak. Salah satu pemantik ledakan kecil adalah masalah adat dan ulayat tadi. Nah ledakan itu sudah dimulai di kasus Terantang itu. Makanya disitu peran pemerintah," ujarnya.


Ketika ditanya apakah dalam kasus penyerangan itu ada kelalain aparat penegak hukum, Mardianto menjawab diplomatis.


"Saya kira itu mungkin kita butuh kajian dan evaluasi apakah ada kelalaian. Namun secara lapangan, insidentil aja saya dengar," tukasnya.


Sebagaimana diketahui, ratusan petani sawit di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, diserang sekelompok orang, Minggu (19/6/2022).

 

Aksi kekerasan yang terjadi di areal perkebunan kelapa sawit itu  beredar di media sosial. Salah satunya terlihat seorang pria menggendong anak perempuan menangis yang bersimbah darah.


Pria yang menggendong anak itu juga tampak menangis sambil berjalan cepat untuk menyelamatkan anak tersebut. Anak kecil itu tampak luka di bagian kepalanya.


Warga lainnya juga terlihat menyelamatkan anak-anaknya dari serangan kelompok pria itu.


Di video lainnya, terlihat jelas kelompok pria itu membawa senjata tajam samurai, pentungan, hingga kayu.


Kelompok pria itu tak segan-segan memukul ibu-ibu dengan kayu.


Di lokasi ada terlihat anggota TNI yang berusaha melerai, namun aksi para pelaku tak bisa dicegah. Kelompok pria itu tetap menyerang warga dengan brutal.


Akibat serangan sekelompok pria itu, banyak warga yang terluka. Sebagian korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bayangkara Polda Riau di Pekanbaru. (fin)

Bagikan:

Komentar

Iklan Bupati Rohil

Iklan Bupati Rohil