Pisah Sambut Polda Riau, Wakapolda Hengki Tegaskan Sikap Keras terhadap Anggota Terlibat Narkoba | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Pisah Sambut Polda Riau, Wakapolda Hengki Tegaskan Sikap Keras terhadap Anggota Terlibat Narkoba

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:30 WIB
Wakapolda Riau kepada Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi.
Pekanbaru, riauantara.co | Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar acara pisah sambut kepemimpinan yang berlangsung khidmat di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu malam (14/1/2026). Kegiatan ini menjadi simbol berlanjutnya estafet kepemimpinan Wakil Kepala Polda Riau (Wakapolda), pejabat utama (PJU), hingga para Kapolres di lingkungan Polda Riau.

Dalam momentum tersebut, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo secara resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawab jabatan Wakapolda Riau kepada Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi. Pergantian ini diharapkan semakin memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Bumi Lancang Kuning.

Pada sambutannya, Wakapolda Riau yang baru, Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi, menyampaikan komitmen kuat untuk menegakkan disiplin dan integritas di tubuh Polda Riau. Ia mengungkapkan bahwa sejak hari pertama menjalankan tugas, dirinya langsung dihadapkan pada persoalan serius terkait pelanggaran anggota.

"Di hari pertama saya bertugas, saya menerima laporan adanya anggota yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Ini persoalan sangat serius dan tidak boleh terulang," tegas Hengki.

Menurutnya, keterlibatan aparat dalam narkoba tidak hanya merusak citra institusi, tetapi juga menggerus kepercayaan masyarakat yang telah dibangun selama ini. Karena itu, ia menegaskan tidak akan memberi ruang toleransi terhadap pelanggaran berat yang mencederai marwah Polri.

Hengki juga menjelaskan akan menerapkan gaya kepemimpinan situasional dalam menjalankan tugas. Pendekatan tersebut, katanya, mengedepankan keseimbangan antara pembinaan dan ketegasan.

"Kadang kita harus mengayomi, tapi dalam kondisi tertentu juga harus tegas. Ini bagian dari tanggung jawab pimpinan," ujarnya.

Lebih lanjut, Hengki mengungkapkan bahwa sebelum bertugas di Riau, dirinya telah mempelajari karakteristik dan tantangan wilayah. Ia menilai Riau merupakan daerah strategis yang kerap menjadi jalur kejahatan lintas negara, seperti perdagangan orang dan peredaran narkotika.

"Banyak kasus di Riau yang bersifat transnasional. Salah satu cirinya adalah upaya kejahatan tersebut merekrut aparat untuk memuluskan aksinya," ungkapnya.

Atas dasar itu, Hengki menegaskan perlunya tindakan tegas tanpa kompromi terhadap anggota yang terbukti terlibat dalam praktik-praktik menyimpang.

"Jika ada anggota yang terbukti terlibat narkoba atau kejahatan lain, jangan ragu untuk mengambil tindakan tegas, termasuk pemberhentian," katanya.

Ia menegaskan, langkah tersebut bukan semata-mata bentuk penindakan, melainkan bagian dari upaya besar untuk mewujudkan aparat penegak hukum yang bersih, profesional, dan berintegritas, sejalan dengan visi nasional.

Selain itu, Hengki juga menyatakan komitmennya untuk bekerja selaras dengan Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan. Menurutnya, soliditas dan kekompakan di internal Polda Riau menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Saya hadir sebagai pembantu Kapolda. Tidak boleh ada dua nahkoda. Kita harus satu arah demi tercapainya visi dan misi Polda Riau," pungkasnya.

(kom/rd)
Bagikan:

Komentar