BBM Subsidi Disalahgunakan untuk Tambang Ilegal, Polda Riau Bongkar Modus Pelangsiran | riauantara.co
|
Menu Close Menu

BBM Subsidi Disalahgunakan untuk Tambang Ilegal, Polda Riau Bongkar Modus Pelangsiran

Selasa, 07 April 2026 | 14:45 WIB
Polda Riau mengungkap praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang diduga menjadi salah satu penopang aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kuantan Singingi
Pekanbaru, riauantara.co | Polda Riau mengungkap praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang diduga menjadi salah satu penopang aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kuantan Singingi. Dalam kasus ini, biosolar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru dialihkan untuk mendukung kegiatan ilegal.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Ade Kuncoro, menyebut bahwa BBM tersebut rencananya dijual kepada pelaku tambang emas ilegal di Kuansing.

"Penyalahgunaan biosolar ini diduga kuat digunakan untuk mendukung aktivitas PETI yang merusak lingkungan," ujarnya, Selasa (7/4/26).

Kasubdit IV Tipidter Polda Riau, Teddy Ardian, menambahkan bahwa pelaku telah lama menjalankan praktik pelangsiran dengan modus yang cukup rapi.

"Pelaku mengisi BBM berulang kali di SPBU dengan mengganti pelat nomor kendaraan untuk mengelabui petugas. Setelah itu dipindahkan ke jerigen menggunakan pompa, ditimbun di rumah, lalu dijual kembali," jelasnya.

Menurut Teddy, sebagian besar BBM subsidi tersebut digunakan untuk mengoperasikan mesin dompeng dalam aktivitas PETI di Kuantan Mudik.

"Ketika BBM subsidi diselewengkan, bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga ikut menopang aktivitas ilegal yang merusak lingkungan," tegasnya.

Meski demikian, pelaku juga mengaku BBM tersebut sebagian digunakan untuk kebutuhan lain seperti operasional penyeberangan dan mesin penggilingan padi. Namun, polisi menegaskan fokus utama penindakan adalah memutus jalur distribusi ke tambang ilegal.

Pengungkapan ini menjadi bagian dari langkah strategis Polda Riau dalam menekan praktik PETI yang selama ini menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan di wilayah tersebut. Polisi memastikan akan terus mengembangkan kasus guna mengungkap jaringan yang lebih luas di balik praktik ilegal tersebut.
Bagikan:

Komentar