![]() |
| Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP dan Paket B di Kota Pekanbaru hingga hari ketiga dilaporkan berlangsung lancar |
Pekanbaru, riauantara.co | Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP dan Paket B di Kota Pekanbaru hingga hari ketiga dilaporkan berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Syafrian Tommy.
"Alhamdulillah secara umum pelaksanaan TKA hingga hari ini berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti," ujar Syafrian Tommy.
Ia menjelaskan, sejumlah kendala kecil sempat muncul saat tahap gladi, namun telah berhasil diatasi sebelum pelaksanaan utama berlangsung.
"Saat gladi, mungkin ada hal kecil, tapi bisa diantisipasi. Seperti ada ruangan yang terkendala NCB, itu sudah kita ganti dan upayakan perbaikannya. Dan bisa dipastikan itu tidak mengganggu secara umum," jelasnya.
Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan TKA, Disdik Pekanbaru juga berharap adanya dukungan penuh dari pihak PLN serta penyedia layanan internet yang bekerja sama dengan sekolah.
"Kita mohon dukungan dari PLN dan provider jaringan internet yang bekerjasama dengan sekolah, untuk memastikan dan menjaga stabilitas pelaksanaan TKA," ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Disdik telah menyiapkan gelombang tambahan yang dijadwalkan pada 15–16 April mendatang. Gelombang ini diperuntukkan bagi sekolah yang mengalami kendala teknis saat pelaksanaan.
"Bagi TKA yang mengalami kendala pada waktu yang ditetapkan, antisipasi yang kita telah siapkan berupa menyediakan gelombang khusus atau gelombang kelima. Yang kita khususkan pada sekolah yang mungkin terdapat gangguan," katanya.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan sekolah yang membutuhkan pelaksanaan gelombang tambahan tersebut.
"Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada laporan terkait sekolah yang akan menggunakan gelombang tersebut. Artinya masih berjalan dengan baik," tambahnya.
Disdik Pekanbaru juga memberikan solusi bagi peserta yang berhalangan hadir karena sakit. Siswa tetap dapat mengikuti ujian, baik dari lokasi perawatan dengan pengawasan, maupun melalui gelombang khusus yang telah disiapkan.
"Ketika ada siswa yang sakit, tim akan melakukan pengecekan apakah memungkinkan akan dilakukan TKA di tempat dia dirawat, karena kan prosesnya online. Tapi tetap dilakukan dengan pengawasan. Ataupun jika tidak memungkinkan saat waktu yang ditentukan, kita memberi kesempatan pada gelombang khusus," jelasnya lagi.
Diketahui, jumlah peserta TKA tingkat SMP di Pekanbaru mencapai sekitar 14 ribu siswa kelas IX. Sementara peserta dari jalur pendidikan nonformal seperti SKB dan PKBM berjumlah sekitar 725 orang, di luar peserta dari lingkungan Kementerian Agama.


Komentar