Karhutla Bengkalis Kian Kritis, Tim Gabungan Kebut Pendinginan untuk Cegah Api Bangkit Lagi | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Karhutla Bengkalis Kian Kritis, Tim Gabungan Kebut Pendinginan untuk Cegah Api Bangkit Lagi

Rabu, 08 April 2026 | 10:43 WIB
Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis
Bengkalis, riauantara.co | Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis memasuki tahap genting seiring meluasnya titik api di sejumlah kecamatan. Saat ini, tim gabungan yang dipimpin Manggala Agni memfokuskan operasi pada proses mopping up atau pendinginan di Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Riau. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bara api yang tersisa di lahan gambut benar-benar padam dan tidak kembali memicu asap.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyampaikan bahwa hingga Selasa malam (7/4/2026), personel di lapangan masih terus bekerja tanpa jeda.

Proses pendinginan dilakukan secara cermat mengingat karakteristik lahan gambut yang mampu menyimpan panas di bawah permukaan tanah. Tim harus memastikan seluruh area benar-benar aman sebelum meninggalkan lokasi.

Penanganan di Desa Kembung Luar diperkuat dengan pengerahan satu regu dari Daerah Operasi (Daops) Siak. Para petugas berjibaku memadamkan sisa bara menggunakan pompa jinjing di tengah medan berat dan jarak pandang terbatas. Upaya ini menjadi bagian dari strategi percepatan agar api tidak meluas ke desa-desa sekitar.

"Proses mopping up masih terus kami lakukan secara intensif. Rencananya, besok pagi operasi kembali dilanjutkan untuk memastikan seluruh area benar-benar bersih dari potensi api yang bisa muncul lagi," ujar Ferdian dalam keterangan resminya.

Selain memadamkan api, tim di lapangan juga memprioritaskan perlindungan terhadap warga dan aset mereka. Petugas bergerak cepat dengan melokalisir api yang mulai mendekati permukiman. Berkat kesigapan tersebut, sejumlah rumah yang sempat terancam berhasil diselamatkan dari dampak kebakaran yang lebih besar.

Operasi bahkan harus berlanjut hingga malam hari setelah adanya permintaan dari warga Desa Kembung Luar. Kekhawatiran masyarakat meningkat akibat arah angin yang tidak menentu, yang berpotensi membawa api ke area hunian. Menanggapi hal tersebut, tim tetap siaga dan melakukan penyiraman di titik-titik rawan meski dalam kondisi gelap.

"Tim kami juga berhasil mengamankan beberapa rumah warga yang berada di zona rawan. Operasi malam dilakukan karena permintaan langsung masyarakat yang khawatir api merembet ke pemukiman," tambah Ferdian.
Bagikan:

Komentar