KITB Bangkit! Investasi Rp300 Miliar Masuk, Bupati Siak Ultimatum Investor ''Tidur'' | riauantara.co
|
Menu Close Menu

KITB Bangkit! Investasi Rp300 Miliar Masuk, Bupati Siak Ultimatum Investor ''Tidur''

Senin, 20 April 2026 | 13:06 WIB
Pemerintah Kabupaten Siak mulai menghidupkan kembali Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang selama ini dinilai stagnan
Siak, riauantara.co | Pemerintah Kabupaten Siak mulai menghidupkan kembali Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang selama ini dinilai stagnan. Di tengah tekanan fiskal daerah, langkah konkret dilakukan dengan masuknya investasi besar di sektor maritim, ditandai pembangunan galangan kapal terpadu milik PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS).

Tak hanya itu, akses jalan sepanjang 1,2 kilometer juga dibangun di kawasan tersebut, seluruhnya menggunakan dana swasta. Total investasi yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp300 miliar, dengan tahap awal direalisasikan sekitar Rp100 miliar.

Bupati Siak, Afni, menyebut proyek ini sebagai titik awal kebangkitan KITB yang selama ini "tertidur".

"Ini menjadi awal kebangkitan KITB yang baik. Kepercayaan investor adalah modal agar kawasan ini terus berkembang ke depan," ujarnya, Senin (20/4).

Ia menegaskan, kawasan tersebut akan diarahkan menjadi pusat ekonomi baru di Siak, bahkan berpotensi menjadi simpul distribusi komoditas di Riau dan Sumatera hingga lintas negara.

Namun di balik optimisme itu, Afni juga melontarkan peringatan keras kepada para investor lama yang telah menguasai lahan tetapi belum merealisasikan pembangunan.

"Kawasan ini harus ditata ulang. Tenant yang sudah pegang lahan harus ditanya kapan membangun. Kalau serius, kita bantu percepat perizinan. Tapi jangan hanya kuasai lahan tanpa aktivitas. Ini bukan omon-omon," tegasnya.

Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan mempercepat perizinan, memberikan kepastian hukum, serta meniadakan praktik pungutan liar.

Menurut Afni, KITB sebenarnya memiliki potensi besar karena didukung regulasi yang lengkap dan pernah masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Namun hingga kini, kawasan tersebut belum berkembang optimal dan banyak lahan yang masih terbengkalai.

Di sisi lain, masuknya PT MNS menjadi angin segar. Galangan kapal yang dibangun diproyeksikan menjadi yang terbesar di Sumatera, sekaligus membuka lapangan kerja bagi sekitar 200 orang, dengan prioritas tenaga kerja lokal.

Direktur PT MNS, Yudi Utomo, menyebut pihaknya optimistis dengan potensi kawasan tersebut, terutama melihat tingginya lalu lintas kapal di perairan Riau yang mencapai ribuan unit setiap tahun.

"Lokasi ini sangat strategis dan potensinya besar. Ditambah komitmen pemerintah daerah yang mendukung investasi, membuat kami yakin untuk menanamkan modal di sini," ujarnya.

Selain galangan kapal, perusahaan juga membangun fasilitas pendukung seperti sistem pemurnian air (reverse osmosis) serta infrastruktur jalan untuk menunjang operasional.

Pemkab Siak juga tengah berupaya mengembalikan pengelolaan kawasan pelabuhan kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) milik daerah, sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi KITB.
Bagikan:

Komentar