![]() |
| Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi menyiapkan program bantuan seragam sekolah gratis, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu (foto ilustrasi) |
Pekanbaru, riauantara.co | Kabar baik datang bagi masyarakat Kota Pekanbaru menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi menyiapkan program bantuan seragam sekolah gratis, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa program ini bertujuan melengkapi konsep pendidikan gratis agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Jangan sampai pendidikan gratis, tapi bajunya tidak ada. Ini yang kita siapkan bajunya," ujar Agung, Kamis (9/4/2026).
Ia menilai, kesiapan siswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari kelengkapan fisik seperti seragam sekolah yang layak. Hal tersebut dinilai penting untuk meningkatkan rasa percaya diri serta semangat belajar anak-anak.
Program ini tidak diberikan secara menyeluruh, melainkan difokuskan bagi siswa yang masuk melalui jalur afirmasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yakni mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
"Program seragam gratis ini tidak diberikan secara menyeluruh, melainkan difokuskan khusus bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu," jelasnya.
Pemko Pekanbaru juga telah menyiapkan anggaran khusus guna mendukung program tersebut. Langkah ini dinilai tepat karena proses penerimaan siswa baru tingkat SMP akan segera dimulai.
"Penerimaan SMP kan sebentar lagi buka, kita sudah menyiapkan anggaran untuk baju. Tapi khusus untuk masyarakat yang tidak mampu," kata Agung.
Menurutnya, biaya perlengkapan sekolah sering menjadi beban tambahan bagi orang tua, terutama bagi keluarga pra-sejahtera. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi orang tua yang harus mencicil pembelian seragam di toko atau penjahit.
"Jadi, tidak ada lagi yang istilahnya mereka tidak mampu, tapi mereka harus bayar baju ke toko atau penjahit secara berangsur-angsur. Tidak ada lagi itu," tegasnya.


Komentar