Pemko Pekanbaru Genjot Penanganan Banjir 2026, Normalisasi Drainase dan Pembangunan Saluran Baru Jadi Prioritas | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Pemko Pekanbaru Genjot Penanganan Banjir 2026, Normalisasi Drainase dan Pembangunan Saluran Baru Jadi Prioritas

Senin, 27 Juli 2026 | 16:32 WIB

 


Pekanbaru, riauantara.co  – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), berbagai langkah strategis dipercepat sepanjang tahun 2026 dengan fokus pada normalisasi drainase, anak sungai, hingga sungai, serta pembangunan jaringan drainase baru di sejumlah kawasan prioritas.


Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan sekaligus meminimalkan dampak banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.


Selain melakukan normalisasi saluran air, Dinas PUPR juga meningkatkan kapasitas drainase dengan memperlebar dimensi saluran agar debit air hujan dapat mengalir lebih optimal. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi titik-titik genangan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.


Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengatakan bahwa sejumlah lokasi menjadi prioritas penanganan karena merupakan kawasan yang sering mengalami banjir ketika hujan turun.



"Nanti yang di Arengka dan Jalan Paus dilakukan normalisasi drainasenya," ujar Edward Riansyah, Senin (27/7/2026).


Ia menjelaskan, pekerjaan normalisasi tidak hanya dilakukan di kawasan Arengka dan Jalan Paus. Saat ini, tim Dinas PUPR juga tengah melakukan normalisasi drainase di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Rumah Sakit Awal Bros, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan air.


Di sisi lain, pembangunan sekaligus pelebaran saluran drainase juga sedang berlangsung di Jalan Dharma Bakti, Kecamatan Payung Sekaki, serta Jalan Suka Karya, Kecamatan Tuah Madani.


"Saat ini fokus pekerjaan kami juga berada di Jalan Suka Karya dan Jalan Dharma Bakti," jelas Edu, sapaan akrab Edward Riansyah.


Menurutnya, pembangunan drainase di Jalan Suka Karya memiliki panjang sekitar 700 meter. Sementara itu, pembangunan saluran di Jalan Dharma Bakti mencapai sekitar 1,2 kilometer.


Edward menerangkan, pembangunan di Jalan Dharma Bakti diprioritaskan pada kawasan yang selama ini belum memiliki jaringan drainase yang saling terhubung. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab utama munculnya genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.


Selain melengkapi jaringan drainase yang belum tersambung, Dinas PUPR juga membangun saluran dengan dimensi yang lebih besar dibandingkan drainase lama. Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu menampung volume air lebih banyak sehingga aliran menjadi lebih lancar dan risiko banjir dapat ditekan secara signifikan.


Melalui percepatan pembangunan infrastruktur drainase ini, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap persoalan banjir di sejumlah wilayah dapat ditangani secara bertahap. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemko dalam mewujudkan kota yang lebih tertata, nyaman, dan aman bagi seluruh masyarakat.

(Adv/RED)

Bagikan:

Komentar