PEKANBARU, ( RIAUANTARA.CO ) – Suasana religius dan semangat kebersamaan menyelimuti pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXI tingkat Kelurahan Kulim, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, Jumat (18/9/2026).
Ratusan warga memadati kawasan Musholla Nurul Ikhlas, Binjai Raya RT 01/RW 03, Kelurahan Kulim, untuk menyaksikan langsung pembukaan MTQ yang secara resmi dibuka Camat Kulim, Fajri Adha. Antusiasme masyarakat menjadi salah satu warna utama dalam pelaksanaan agenda keagamaan tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Riau sekaligus mantan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Ketua TP PKK Kecamatan Kulim Elvira, Sekcam Kulim Peri Susanto, jajaran kepala seksi kecamatan, para lurah se-Kecamatan Kulim, serta Ketua RT dan RW se-Kelurahan Kulim.
Hadir pula Ketua LPM Kecamatan Kulim, Ketua LPM Kelurahan Kulim, Ketua Karang Taruna Kelurahan Kulim, Ketua Forcintaku, para ketua pemuda, Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Kulim, tokoh masyarakat, tokoh agama, alim ulama, cerdik pandai, serta para kafilah yang akan mengikuti berbagai cabang perlombaan.
Fajri Adha Apresiasi Antusiasme Warga
Camat Kulim Fajri Adha menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan MTQ ke-XXI Kelurahan Kulim.
Menurut Fajri, MTQ tidak semata-mata menjadi arena perlombaan seni membaca dan menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan momentum untuk memperkuat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
“Senang sekali bisa membuka MTQ kelurahan yang keempat, setelah sebelumnya Mentangor, Pematang Kapau dan Sialang Rampai. Saya ikut menyaksikan semangat warga Kulim yang luar biasa. Hati ikut hangat melihat masyarakat Kulim yang kompak, semangat dan bahagia di MTQ ke-21 ini,” ujar Fajri.
Ia berharap pelaksanaan MTQ mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan motivasi untuk membaca, memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.
“Melalui Musabaqah Tilawatil Qur’an, diharapkan dapat memberikan manfaat dan meningkatkan motivasi masyarakat untuk membaca Al-Qur’an, serta mendalami ajaran Islam,” katanya.
Fajri juga menekankan pentingnya menjadikan MTQ sebagai bagian dari pembinaan generasi muda. Menurutnya, semangat kegiatan keagamaan harus terus ditumbuhkan agar anak-anak dan remaja memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.
Delapan Cabang Perlombaan Dipertandingkan
Ketua Panitia MTQ Kelurahan Kulim, Suratno, mengatakan terdapat delapan cabang perlombaan yang akan dipertandingkan dalam MTQ tahun ini.
Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Adapun cabang yang diperlombakan meliputi tahfiz Al-Qur’an tingkat anak-anak putra dan putri, tilawah Al-Qur’an tingkat anak-anak putra dan putri, tilawah Al-Qur’an tingkat remaja putra dan putri, serta tilawah Al-Qur’an tingkat dewasa putra dan putri.
“Sebanyak delapan cabang perlombaan yang akan dipertandingkan, yaitu tahfiz Al-Qur’an tingkat anak-anak putra dan putri, tilawah Al-Qur’an tingkat anak-anak putra dan putri, tilawah Al-Qur’an tingkat remaja putra dan putri, serta tilawah Al-Qur’an tingkat dewasa putra dan putri,” jelas Suratno.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya para undangan, panitia dan masyarakat RW 03 yang terlibat dalam persiapan hingga pembukaan MTQ.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir pada pembukaan MTQ hari ini sehingga berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir acara Musabaqah Tilawatil Quran di Kelurahan Kulim,” ujarnya.
Target Lahirkan Kafilah Terbaik
Sementara itu, Lurah Kulim Sutikno memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang akan berlaga dalam MTQ tingkat kelurahan.
Ia berharap ajang tersebut menjadi sarana untuk menemukan sekaligus membina potensi terbaik di Kelurahan Kulim. Para peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik diharapkan dapat menjadi wakil Kelurahan Kulim pada MTQ tingkat Kecamatan Kulim.
“Dengan semangat dan motivasi melalui MTQ tingkat Kelurahan Kulim, kita lahirkan bibit yang terbaik. Sehingga nantinya pada MTQ tingkat kecamatan kita bertekad meraih juara umum,” tegas Sutikno.
Dukungan masyarakat, kata Fajri Adha, juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Ia berharap antusiasme warga tidak hanya terlihat saat pembukaan, tetapi terus berlanjut melalui terciptanya lingkungan yang mendorong anak-anak dan remaja untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
“Bagi Pemerintah Kecamatan Kulim, dukungan masyarakat menjadi modal penting agar MTQ tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Kehadiran masyarakat diharapkan ikut menciptakan lingkungan yang mendorong anak-anak dan remaja untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an,” tuturnya.
Pembukaan MTQ ke-XXI tingkat Kelurahan Kulim ditandai dengan pemukulan gong oleh Camat Kulim Fajri Adha, didampingi Ayat Cahyadi dan sejumlah tamu undangan.
Dengan dukungan ratusan masyarakat dan semangat para kafilah, MTQ Kelurahan Kulim diharapkan tidak sekadar melahirkan para juara. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus membangun generasi yang mencintai, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.** ( MUS/RED )
editor : DH



Komentar