SURABAYA ( RIAUANTARA )– PT Pertamina Patra Niaga memperkuat komunikasi dengan generasi muda melalui gelaran Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara dunia industri, akademisi, dan mahasiswa untuk bertukar wawasan mengenai perkembangan industri energi sekaligus membahas tantangan dan peluang sektor energi Indonesia di masa mendatang.
Direktur Operasi Kilang Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, mengatakan kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempertemukan kebutuhan dunia kerja dengan gagasan serta inovasi yang berkembang di lingkungan akademik.
Menurut Didik, transformasi sektor energi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk mahasiswa yang memiliki ruang besar untuk menghasilkan ide dan inovasi sejak masih menempuh pendidikan.
“Tujuan dari Pertamina Goes to Campus bukan sekadar kegiatan sosialisasi perusahaan atau ajang perkenalan Pertamina Patra Niaga kepada mahasiswa. Kegiatan ini kami harapkan menjadi ruang dialog antara industri dan generasi muda untuk membahas tantangan energi Indonesia secara lebih dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” kata Didik.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga juga ingin membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan perspektif, gagasan, dan aspirasi terkait masa depan energi nasional.
“Kami juga ingin mendengar ide, perspektif, dan aspirasi generasi muda karena kami percaya solusi terbaik untuk tantangan energi masa depan juga dapat lahir dari ruang kelas dan laboratorium di kampus,” ujarnya.
Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Industri
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menuturkan PGTC 2026 juga menjadi sarana untuk memperkenalkan mahasiswa lebih dekat dengan dunia industri, termasuk kompetensi dan pengalaman yang dibutuhkan dalam membangun karier.
Kehadiran Pertamina Patra Niaga di ITS, kata Kitty, diharapkan dapat mendorong mahasiswa mempersiapkan diri secara lebih matang menghadapi dunia profesional setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kehadiran Pertamina Patra Niaga di ITS juga salah satunya untuk mempersiapkan adik-adik mahasiswa yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa. Kompetensi, kualitas pendidikan, pengalaman organisasi, hingga kehidupan sosial menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri setelah masa kelulusannya,” jelas Kitty.
Ia mengajak seluruh sivitas akademika ITS untuk terus berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi perubahan kebutuhan industri.
Industry Insight hingga Booth Interaktif
PGTC 2026 di ITS dikemas melalui sejumlah agenda interaktif yang mendorong dialog langsung antara mahasiswa dan insan Pertamina Patra Niaga.
Dalam sesi Industry Insight, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai dinamika dan perkembangan industri energi, termasuk tantangan yang dihadapi sektor hilir energi.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman bersama alumni ITS yang kini berkarier di jajaran Direksi Pertamina Patra Niaga. Berbagai pengalaman terkait dunia kerja, kepemimpinan, hingga pengembangan karier dibagikan untuk memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai perjalanan profesional di industri energi.
Tidak hanya sesi diskusi, PGTC 2026 juga menghadirkan sejumlah booth interaktif. Mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai bisnis hilir energi serta berbagai lini usaha yang dijalankan anak usaha Pertamina Patra Niaga.
Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran booth UMKM yang menawarkan beragam produk, mulai dari kerajinan hingga kuliner. Kehadiran UMKM tersebut turut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada sivitas akademika ITS.
Dihadiri Pimpinan ITS dan Pertamina
Gelaran Pertamina Goes to Campus 2026 di ITS turut dihadiri Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati dan Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita.
Dari jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga, hadir Direktur Operasi Kilang Didik Bahagia, Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Hari Purnomo, Direktur Perencanaan & Pertumbuhan Bisnis Joko Pranoto, Direktur Infrastruktur, Project, dan Asset Integrity Setyo Pitoyo, serta Corporate Secretary Roberth MV Dumatubun.
Melalui PGTC 2026, Pertamina Patra Niaga mendorong terbangunnya hubungan yang lebih erat antara dunia pendidikan dan industri. Forum tersebut sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan sektor energi secara lebih dekat, sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan mengenai kebutuhan kompetensi dan inovasi di masa depan.** ( BIP/RED )
Editor : DH



Komentar