JAKARTA, ( RIAUANTARA.CO ) – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus memperluas perannya sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat. Tak hanya menyediakan kebutuhan pokok dan memasarkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), jaringan koperasi ini juga menjadi saluran distribusi energi melalui penyediaan LPG yang dipasok PT Pertamina Patra Niaga.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Aminuddin Ma’ruf, saat meninjau gerai KDKMP Meruya Selatan, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026). Kunjungan ini bertujuan melihat langsung kontribusi koperasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa dan kelurahan.
Aminuddin mengapresiasi pengelolaan KDKMP Meruya Selatan yang mengintegrasikan penjualan kebutuhan sehari-hari, pemasaran produk UMKM lokal, hingga penyediaan LPG bagi warga.
Menurutnya, keberadaan koperasi tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan rumah tangga dengan harga yang relatif terjangkau, sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku usaha kecil di lingkungan sekitar.
“Koperasi Kelurahan Meruya Selatan ini selain menjual kebutuhan sehari-hari, juga membuka ruang untuk memasarkan produk-produk UMKM di sekitar. Harganya relatif lebih murah dibandingkan toko-toko lain,” ujar Aminuddin.
Pertamina Salurkan 33.347 Tabung LPG Melalui Jaringan KDKMP
Dukungan terhadap pengembangan KDKMP turut dilakukan PT Pertamina Patra Niaga melalui penyediaan produk LPG di gerai koperasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan distribusi energi agar semakin dekat dengan masyarakat.
Direktur Transformasi, Digitalisasi, dan Sustainability Pertamina Patra Niaga, Tenny Elfrida, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut mencakup penyediaan LPG nonsubsidi Bright Gas maupun LPG 3 kilogram melalui jaringan outlet KDKMP.
Menurut Tenny, hingga saat ini sebanyak 33.347 tabung LPG telah didistribusikan melalui jaringan KDKMP di berbagai wilayah Indonesia.
“Saat ini, KDKMP telah menjadi outlet LPG di hampir seluruh wilayah nasional. Sekitar 33.347 tabung LPG telah didistribusikan melalui jaringan KDKMP, dan kami berharap jaringan ini dapat terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat,” ujar Tenny.
Capaian tersebut menunjukkan potensi koperasi sebagai mitra distribusi energi yang dapat memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 966 KDKMP telah menjadi outlet LPG 3 kg. Penyaluran produk tersebut didukung oleh 285 agen yang memasok LPG 3 kg ke gerai-gerai koperasi.
Dengan jaringan distribusi tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh LPG untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dengan tetap mengacu pada ketentuan penyaluran yang berlaku.
Warga Rasakan Kemudahan Akses LPG
Manfaat kehadiran outlet LPG di KDKMP juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Suwanto, warga yang membeli LPG 3 kg di KDKMP Bintaro, menilai keberadaan gerai tersebut mempermudah warga mendapatkan kebutuhan energi tanpa harus pergi jauh dari rumah.
“Alhamdulillah, adanya LPG ini sangat membantu warga. Lokasinya juga dekat, sekitar 100 meter dari tempat tinggal kami. Semoga program ini semakin maju dan berjalan lancar,” kata Suwanto.
Kedekatan lokasi outlet dengan permukiman menjadi salah satu nilai tambah dalam pengembangan jaringan distribusi LPG berbasis koperasi. Selain mempersingkat jarak pembelian, keberadaan layanan tersebut juga memperkuat fungsi KDKMP sebagai pusat pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Peninjauan Diperluas ke Sejumlah Koperasi
Selain KDKMP Meruya Selatan, rangkaian peninjauan juga mencakup sejumlah gerai koperasi di wilayah Jakarta dan Banten, yakni KDKMP Cakung Timur, KDKMP Cipedak, KDKMP Bintaro, KDKMP Pondok Aren, dan KDKMP Meruya Timur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Transformasi, Digitalisasi, dan Sustainability Pertamina Patra Niaga, Tenny Elfrida, serta Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Patra Niaga, Putut Andriatno.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan implementasi KDKMP sekaligus memperkuat kolaborasi antara BP BUMN, koperasi, dan Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi tersebut menempatkan koperasi bukan sekadar sebagai tempat transaksi jual beli, melainkan juga sebagai simpul distribusi produk UMKM dan kebutuhan energi rumah tangga.
Ke depan, penguatan jaringan KDKMP diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM, meningkatkan kemudahan masyarakat memperoleh LPG, serta menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih produktif di tingkat lokal.
Dengan dukungan distribusi, pengelolaan profesional, dan sinergi antarlembaga, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan semakin berperan sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.** ( BIP/RED )
EDITOR : DH


Komentar