AAUI Pekanbaru Sasar Mahasiswa UNRI, Dorong Literasi Asuransi Sejak Bangku Kuliah | riauantara.co
|
Menu Close Menu

AAUI Pekanbaru Sasar Mahasiswa UNRI, Dorong Literasi Asuransi Sejak Bangku Kuliah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:50 WIB



PEKANBARU, ( RIAUANTARA.CO ) – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Pekanbaru terus memperluas edukasi mengenai pentingnya perlindungan finansial kepada generasi muda. Kali ini, mahasiswa Universitas Riau (UNRI) menjadi sasaran utama dalam Seminar Literasi Asuransi untuk Negeri yang digelar di Integrated Class Room Kampus UNRI, Selasa (6/10/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, mengenai industri asuransi serta manfaatnya dalam menghadapi berbagai risiko kehidupan.


Seminar dibuka oleh Plt Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, Fredly Nasution. Turut hadir Dekan Fakultas Ekonomi UNRI, Ketua AAUI Cabang Pekanbaru Indah Sari, Penasehat AAUI Pekanbaru Lauren Sianipar, Ketua Insurance Day Alam Winulang, Ketua Literasi Asuransi Angga Burnama, serta jajaran pengurus AAUI Pekanbaru.


Ketua Insurance Day Alam Winulang mengatakan, kegiatan literasi tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Asuransi sekaligus momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan dan manfaat industri asuransi.


Menurut Alam, mahasiswa merupakan kelompok strategis yang perlu diperkenalkan dengan pemahaman dasar mengenai asuransi sejak dini.


“Pada kali ini kita mulai dari mahasiswa dulu. Meskipun mungkin implikasinya belum bisa langsung diterapkan, paling tidak asuransi sudah ada dalam mindset mahasiswa,” ujar Alam.


Sekitar 100 mahasiswa Fakultas Ekonomi UNRI mengikuti seminar tersebut. Materi diberikan dalam dua sesi, yakni pemaparan dari OJK Riau mengenai industri keuangan dan asuransi, serta materi dari AAUI yang membahas dasar-dasar dan berbagai jenis asuransi umum.


Alam berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pengenalan istilah, tetapi mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada mahasiswa mengenai fungsi asuransi sebagai instrumen perlindungan dari berbagai risiko.


Ia menyebut, berdasarkan data OJK Riau yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tingkat literasi asuransi masih berada di angka 42,9 persen. Sementara tingkat inklusi industri asuransi tercatat sekitar 29 persen.


“Dengan kegiatan ini, kita berharap kesadaran mahasiswa terhadap asuransi semakin meningkat. Mereka bisa memahami dan mengerti apa itu asuransi serta manfaatnya,” katanya.


AAUI Dorong Literasi Asuransi Dimulai dari Kampus


Ketua AAUI Cabang Pekanbaru Indah Sari menegaskan, edukasi mengenai asuransi merupakan program yang rutin dilakukan setiap tahun. Menurutnya, pemahaman masyarakat perlu terus diperkuat agar asuransi tidak hanya dipandang sebagai produk keuangan, tetapi juga sebagai sarana perlindungan menghadapi risiko.


“Dengan adanya literasi ini, kita berharap masyarakat luas lebih memahami pentingnya asuransi untuk memberikan perlindungan,” jelas Indah.


Khusus dalam kegiatan kali ini, AAUI Pekanbaru memilih mahasiswa UNRI sebagai peserta dengan harapan pemahaman mengenai asuransi dapat dibangun sejak bangku kuliah.


“Pada hari ini kita mulai dari kalangan mahasiswa Universitas Riau agar sejak dini mereka mengetahui bahwa asuransi dapat memberikan perlindungan dan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.


Indah menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kolaborasi AAUI Pekanbaru dan OJK Riau dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan, terutama kepada kelompok generasi muda.


Sementara itu, Ketua Literasi Asuransi AAUI Pekanbaru Angga Burnama menilai mahasiswa memiliki posisi penting dalam mendorong peningkatan literasi asuransi pada masa mendatang.


Ia mengatakan, meskipun sebagian mahasiswa mungkin belum membutuhkan produk asuransi secara langsung, pengetahuan mengenai asuransi akan menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia kerja, menjalankan usaha, hingga memiliki tanggung jawab finansial yang lebih besar.


“Kita ingin asuransi lebih dekat dengan mahasiswa. Jadi mahasiswa bisa mengetahui dasar-dasar tentang asuransi. Mungkin saat ini mereka belum membutuhkan, tetapi ke depannya mereka akan masuk ke dunia kerja dan memiliki tanggung jawab serta kebutuhan perlindungan,” kata Angga.


Melalui seminar tersebut, Angga berharap mahasiswa tidak hanya memahami pengertian dan jenis-jenis asuransi, tetapi juga mampu menentukan pilihan secara bijak ketika kelak membutuhkan perlindungan asuransi.


“Kami harap adik-adik mahasiswa ini akan paham dengan dunia asuransi serta jenis-jenisnya. Nantinya mereka juga akan menghadapi dunia kerja, sehingga sejak dini sudah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik,” pungkasnya.** ( MUS/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar