Kebakaran Rumbai, Pemko Pekanbaru Bantu 7 KK dan Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Kebakaran Rumbai, Pemko Pekanbaru Bantu 7 KK dan Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:57 WIB



PEKANBARU, ( RIAUANTARA.CO ) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda kawasan Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai. Sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) yang terdampak mendapat bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar setelah kehilangan tempat tinggal.


Tak berhenti pada bantuan kebutuhan pokok, Pemko Pekanbaru juga memastikan anak-anak dari keluarga korban tetap dapat bersekolah. Perlengkapan pendidikan yang ikut terbakar akan diganti agar aktivitas belajar mereka tidak terhenti akibat musibah.


Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar turun langsung ke lokasi dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak pada Rabu (7/10/2026). Ia juga memastikan kondisi seluruh korban dalam keadaan aman.


Sebagian keluarga korban kini mengungsi di rumah kerabat, sementara lainnya harus menyewa tempat tinggal sementara karena rumah mereka tidak lagi dapat ditempati.


“Yang terpenting, kami memastikan kebutuhan pokok mereka, seperti makanan, minuman, pakaian, dan kebutuhan lainnya terpenuhi,” ujar Markarius.


Perlengkapan Sekolah Anak Korban Diganti


Pemko Pekanbaru memberi perhatian khusus terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak korban kebakaran.


Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru telah diarahkan untuk membantu mengganti berbagai perlengkapan sekolah yang terbakar atau rusak. Bantuan tersebut mencakup seragam, sepatu, tas hingga buku pelajaran.


Langkah tersebut dilakukan agar anak-anak tidak ikut kehilangan haknya untuk belajar hanya karena musibah yang menimpa keluarga mereka.


Selain melalui Pemko Pekanbaru, Markarius juga meminta Baznas Kota Pekanbaru turut membantu para korban sesuai ketentuan dan kriteria penerima bantuan.


Ia berharap bantuan dari Baznas dapat diberikan dalam bentuk uang tunai. Bantuan tersebut dinilai penting karena keluarga korban kini menghadapi kebutuhan tambahan, termasuk biaya menyewa tempat tinggal sementara.


“Setelah kebakaran, mereka tentu harus menyewa tempat tinggal dan memenuhi kebutuhan lainnya. Karena itu kami arahkan Baznas untuk membantu dalam bentuk uang,” katanya.


Kondisi Sosial Ekonomi Korban Akan Diverifikasi


Pemko Pekanbaru juga meminta Dinas Sosial (Dinsos) melakukan verifikasi ulang terhadap kondisi sosial dan ekonomi tujuh keluarga yang terdampak.


Pembaruan data tersebut diperlukan untuk melihat kemungkinan adanya perubahan tingkat kesejahteraan atau desil keluarga setelah mengalami musibah.


Menurut Markarius, dampak kebakaran tidak sebatas hilangnya tempat tinggal. Sebagian keluarga juga berpotensi mengalami gangguan terhadap sumber pendapatan maupun usaha yang selama ini menjadi penopang kehidupan.


“Saya instruksikan Dinsos untuk mengecek kembali desil mereka. Dengan kejadian ini, tentu ada yang usahanya berhenti atau tidak bisa berjalan lagi. Kondisi tempat tinggal dan sosial ekonominya juga berubah,” jelasnya.


Data yang diperbarui nantinya diharapkan dapat menjadi dasar agar keluarga terdampak memperoleh akses terhadap program bantuan pemerintah lainnya sesuai ketentuan.


“Sehingga perlu disesuaikan agar mereka bisa mengakses bantuan-bantuan lainnya,” sambung Markarius.


Warga Diminta Waspadai Potensi Kebakaran


Di tengah proses penanganan korban, Pemko Pekanbaru juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.


Kondisi cuaca yang masih panas dan curah hujan yang relatif rendah dinilai membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap berbagai sumber pemicu kebakaran di lingkungan rumah.


Markarius meminta warga memastikan kompor dan sumber api benar-benar telah dimatikan setelah digunakan. Masyarakat juga diingatkan agar tidak meninggalkan rumah dalam kondisi masih terdapat sumber api.


Selain itu, kondisi instalasi listrik perlu diperiksa secara berkala, terutama pada rumah-rumah yang telah berusia cukup tua.


“Kalau rumah sudah tua, segera periksa dan ganti kabel-kabel yang sudah tidak layak. Kita harus betul-betul berhati-hati, apalagi kondisi Kota Pekanbaru masih cukup panas dan hujan masih jarang,” tuturnya.


Pemko Buka Peluang Dukungan CSR PLN


Upaya membantu pemulihan tujuh keluarga korban kebakaran juga berpotensi diperkuat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN.


Markarius menyebut warga yang membutuhkan dukungan tersebut dapat berkoordinasi melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru.


Menurutnya, penanganan pascakebakaran membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Bantuan pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha hingga masyarakat diharapkan dapat meringankan beban korban dan mempercepat proses pemulihan.


“Kepada para korban, sekali lagi kami turut berdukacita. Semoga Allah mengganti musibah ini dengan sesuatu yang lebih baik,” pungkas Markarius.** ( MUS/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar