Pertamina Siaga 24 Jam Pulihkan Layanan BBM di Bali, 66 SPBU Beroperasi Nonstop | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Pertamina Siaga 24 Jam Pulihkan Layanan BBM di Bali, 66 SPBU Beroperasi Nonstop

Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:28 WIB



DENPASAR, ( RIAUANTARA.CO ) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat upaya pemulihan layanan bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Penguatan pasokan, penambahan armada mobil tangki, hingga kesiapan personel operasional dilakukan untuk memastikan distribusi BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tetap berjalan di tengah upaya menormalkan pelayanan.


Langkah tersebut mencakup kesiagaan operasional selama 24 jam, pengaturan pengisian BBM sesuai arahan pemerintah daerah, serta koordinasi dengan aparat keamanan guna menjaga kelancaran distribusi di lapangan.


Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pemulihan layanan dilakukan secara terpadu dengan menyesuaikan kebutuhan pasokan dan perkembangan kondisi di lapangan.


“Kami memastikan kesiapan pasokan berjalan seiring dengan dukungan operasional yang diperlukan. Pemantauan terus dilakukan agar langkah penanganan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Ahad, Jumat (16/10/2026).


Stok BBM Bali Ditargetkan Capai 48 Juta Liter

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Pertamina Patra Niaga menargetkan stok BBM di Terminal Manggis, Kabupaten Karangasem, dan Fuel Terminal Sanggaran, Kota Denpasar, mencapai 48 juta liter pada Sabtu (17/10/2026).


Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan BBM di Bali selama 14–15 hari ke depan. Kesiapan stok ini menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus mendukung pemulihan pelayanan di SPBU.


Di sisi distribusi, Pertamina menyiagakan 108 mobil tangki yang didukung 465 awak mobil tangki (AMT). Untuk mempercepat penyaluran, perusahaan juga menambah 16 mobil tangki guna mengoptimalkan pengiriman BBM ke SPBU.


Kelancaran distribusi turut mendapat dukungan Polda Bali melalui pengawalan mobil tangki selama perjalanan menuju SPBU. Pengawalan ini dilakukan untuk membantu memastikan proses pengiriman berjalan lancar di tengah upaya pemulihan layanan.


66 SPBU Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Pertamina Patra Niaga juga memperkuat pelayanan langsung kepada masyarakat dengan menyiapkan 66 SPBU yang beroperasi selama 24 jam.


Rinciannya, sebanyak 42 SPBU berada di Kota Denpasar dan 24 SPBU lainnya di Kabupaten Badung. Pengoperasian nonstop tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan BBM, termasuk pada malam hari.


Dukungan operasional diperkuat melalui penyiapan 100 personel TNI dari Kodam IX/Udayana untuk bertugas sebagai operator SPBU pada malam hari.


Keterlibatan personel tambahan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pelayanan sekaligus membantu operasional SPBU selama masa pemulihan.


Pengisian BBM Dibatasi, Sistem Ganjil-Genap Berlaku

Di tengah penguatan pasokan dan operasional, masyarakat juga diminta mematuhi ketentuan pengisian BBM yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Bali.


Pengisian BBM dibatasi maksimal 20 liter untuk kendaraan roda empat dan maksimal 3 liter untuk kendaraan roda dua hingga kondisi kembali normal.


Selain pembatasan volume, pemerintah daerah menerapkan sistem ganjil-genap berdasarkan nomor polisi kendaraan selama tiga hari, mulai Sabtu (17/10/2026) hingga Senin (19/10/2026).


Pada Sabtu (17/10/2026), pengisian BBM diperuntukkan bagi kendaraan dengan nomor polisi berakhiran angka ganjil. Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM.


Penerapan pembatasan dan sistem ganjil-genap ini menjadi bagian dari pengaturan pelayanan selama proses pemulihan berlangsung. Karena itu, masyarakat diharapkan memperhatikan jadwal serta ketentuan yang berlaku sebelum mendatangi SPBU.


Pertamina Minta Masyarakat Tetap Tenang

Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa penguatan pasokan dan kesiapan operasional terus dilakukan untuk mendukung pemulihan layanan BBM di Bali secara bertahap.


Ahad Rahedi mengakui kelancaran distribusi BBM memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat. Karena itu, dukungan publik dinilai diperlukan agar proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif.


“Kami memahami bahwa kelancaran layanan BBM sangat dibutuhkan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan mengikuti pengaturan pengisian yang telah ditetapkan. Dengan dukungan bersama, kami berharap pelayanan dapat kembali normal secara bertahap,” tutup Ahad.


Dengan penguatan stok, penambahan armada, kesiapan personel, dan pengoperasian puluhan SPBU selama 24 jam, Pertamina Patra Niaga berupaya menjaga distribusi BBM tetap berjalan sekaligus mempercepat pemulihan layanan energi bagi masyarakat Bali.** ( BIP/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar