Sambut Delegasi ASCOPE 2026, Pertamina Pamerkan Inovasi Energi Bersih dan Ketahanan Pangan di Bali | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Sambut Delegasi ASCOPE 2026, Pertamina Pamerkan Inovasi Energi Bersih dan Ketahanan Pangan di Bali

Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:16 WIB



DENPASAR, ( RIAUANTARA.CO ) – Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai mematangkan persiapan kunjungan delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) ke program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Uma Palak Lestari di kawasan Subak Sembung, Denpasar Utara, Bali, pada 28 Oktober 2026.

Kunjungan yang diperkirakan diikuti sekitar 150 delegasi dari negara-negara anggota ASEAN tersebut menjadi momentum strategis bagi Pertamina untuk memperkenalkan inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis energi bersih, ketahanan pangan, dan pertanian berkelanjutan.

Melalui program Uma Palak Lestari, Pertamina ingin menunjukkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya mendukung efisiensi sektor pertanian, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.

Menjelang kunjungan tersebut, Pertamina Patra Niaga AFT Ngurah Rai terus berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kesiapan kawasan, penataan lokasi, serta keterlibatan masyarakat dalam menyambut para delegasi.

Kawasan persawahan Subak Sembung dipilih sebagai lokasi utama kunjungan agar delegasi dapat menyaksikan secara langsung penerapan teknologi energi bersih yang mendukung aktivitas pertanian masyarakat Bali.

Integrasikan Energi Terbarukan dengan Pertanian Modern

Uma Palak Lestari merupakan program TJSL Pertamina Patra Niaga AFT Ngurah Rai yang mengusung konsep swasembada energi untuk mendukung ketahanan pangan. Program ini mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk menunjang kebutuhan energi di sektor pertanian.

Salah satu inovasi unggulannya adalah SIUMA atau Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak. Sistem ini memanfaatkan pompa bertenaga surya yang dilengkapi empat sensor kelembapan tanah untuk mengoptimalkan pengairan pada empat zona pemantauan, terutama di area persawahan yang rentan mengalami kekeringan.

Penerapan teknologi tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan efektivitas penggunaan air sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap sumber energi konvensional dalam kegiatan irigasi.

Pemanfaatan energi terbarukan juga diperluas untuk mendukung mekanisasi pertanian. Teknologi tersebut digunakan dalam pengoperasian traktor dan mesin perontok padi listrik, penerangan Jalan Usaha Tani melalui 43 titik lampu, serta operasional mesin selep padi dan pengering gabah.

Integrasi berbagai teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Pertamina Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan persiapan kunjungan delegasi ASCOPE merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan program pemberdayaan masyarakat yang menghasilkan manfaat nyata dan berkelanjutan.

“Uma Palak Lestari menunjukkan bagaimana pemanfaatan energi bersih dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kami berharap kunjungan delegasi ASCOPE dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi lokal Bali yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Pertamina, pemerintah, petani, dan masyarakat,” ujar Ahad, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh penerapan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Karena itu, Uma Palak Lestari tidak semata-mata berfokus pada pengembangan energi terbarukan dan produktivitas pertanian. Program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan aktivitas masyarakat di kawasan Subak Sembung.

Meningkatnya kunjungan masyarakat untuk berwisata dan berolahraga di kawasan tersebut turut membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelola parkir, serta berbagai usaha lokal di sekitarnya.

Keterkaitan antara energi bersih, pertanian, dan kegiatan ekonomi masyarakat menjadikan Uma Palak Lestari sebagai salah satu contoh pendekatan pemberdayaan yang menghubungkan aspek lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan warga.

Jadi Etalase Inovasi Lokal Bali di Forum ASEAN

Melalui kunjungan ASCOPE 2026, Pertamina Patra Niaga berharap Uma Palak Lestari dapat menjadi contoh praktik baik dalam pemanfaatan energi bersih untuk mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

Kehadiran delegasi dari negara-negara ASEAN juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi lokal Bali kepada komunitas energi regional, sekaligus menunjukkan potensi kolaborasi antara sektor energi dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program TJSL yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dengan mengedepankan inovasi, kolaborasi, dan manfaat jangka panjang.

“Inisiatif ini sekaligus memperkuat komitmen Pertamina untuk mendorong pembangunan berkelanjutan melalui inovasi dan kolaborasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat,” pungkas Ahad.

Dengan mengintegrasikan energi terbarukan, teknologi pertanian, dan penguatan ekonomi lokal, Uma Palak Lestari diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Subak Sembung, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengembangan program serupa di berbagai daerah Indonesia.** ( BIP/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar