UMKM Binaan Pertamina Tembus Pasar Global, dari Pelestarian Batik hingga Pemberdayaan Perajin Lokal | riauantara.co
|
Menu Close Menu

UMKM Binaan Pertamina Tembus Pasar Global, dari Pelestarian Batik hingga Pemberdayaan Perajin Lokal

Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:45 WIB



JAKARTA, ( RIAUANTARA.CO ) – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam melestarikan budaya, membuka lapangan kerja, dan memperkuat pemberdayaan masyarakat. Hal ini tercermin dari perjalanan tiga UMKM binaan PT Pertamina (Persero), yakni Adhimas Batik, Joglo Ayu Tenan, dan Kraton Leather yang mampu tumbuh sekaligus menghadirkan dampak sosial nyata.


Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, ketiga usaha tersebut membuktikan bahwa keberhasilan tidak semata-mata diukur dari keuntungan. Pelibatan masyarakat, pengembangan kreativitas, serta pemberian kesempatan kepada kelompok rentan menjadi bagian penting dari pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.


Melalui program pembinaan Pertamina, ketiga UMKM tersebut memperoleh dukungan berupa pelatihan, pendampingan usaha, penguatan jejaring, hingga akses pemasaran yang membantu mereka meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas.


Adhimas Batik, Menjaga Warisan Budaya Lewat Inovasi

Di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Suyanto mengembangkan Adhimas Batik sebagai usaha yang memadukan pelestarian budaya dengan inovasi produk. Selama lebih dari 30 tahun berkecimpung di dunia batik, ia terus berupaya memperkenalkan warisan budaya Indonesia melalui berbagai kreasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.


Tidak terbatas pada kain batik tulis, Adhimas Batik mengembangkan motif batik ke dalam beragam produk, mulai dari topeng, tempat tisu, nampan kayu, payung, hingga tumbler.


Diversifikasi produk tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan batik kepada generasi muda melalui benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Komitmen sosial juga menjadi bagian dari perjalanan usaha ini. Adhimas Batik melibatkan masyarakat sekitar dalam proses produksi, termasuk penyandang disabilitas wicara yang aktif bekerja sebagai pembatik.


Rumah produksinya pun berkembang menjadi ruang edukasi bagi pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan mancanegara yang ingin mengenal dan mempelajari proses membatik secara langsung.


Perkembangan Adhimas Batik semakin diperkuat melalui program pembinaan Pertamina yang diikuti sejak 2013. Selain mendapatkan pelatihan dan pendampingan, Suyanto juga memperoleh kesempatan mengikuti berbagai pameran, termasuk INACRAFT, untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka akses ke pasar internasional.


Joglo Ayu Tenan, Ruang Kreatif yang Memberdayakan Perempuan

Kisah pemberdayaan berbeda hadir melalui Joglo Ayu Tenan di Yogyakarta. Didirikan Yayuk pada 2015, usaha ini berkembang dengan mengusung konsep creative wellbeing, yakni pendekatan yang memadukan kegiatan kreatif dengan upaya membangun kesejahteraan mental dan emosional.


Melalui aktivitas menyulam, menganyam, melukis, meracik teh, hingga menulis jurnal atau journaling, Joglo Ayu Tenan menawarkan ruang bagi masyarakat untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas sekaligus mengeksplorasi kreativitas.


Gagasan tersebut berangkat dari pengalaman pribadi Yayuk sebagai penyintas Guillain-Barré Syndrome (GBS), penyakit yang memengaruhi sistem saraf. Pengalaman itu mendorongnya menghadirkan ruang yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan ekonomi, tetapi juga memberi kesempatan bagi orang lain untuk menemukan ketenangan dan mengembangkan potensi diri.


Lebih jauh, Joglo Ayu Tenan menjadi wadah kolaborasi bagi perajin lokal, perempuan, komunitas kreatif, dan penyandang disabilitas. Aktivitas yang dikembangkan turut membuka peluang ekonomi sekaligus memperkenalkan kreativitas berbasis budaya lokal kepada masyarakat dan wisatawan.


Dukungan pembinaan Pertamina sejak 2018 membantu Joglo Ayu Tenan memperluas jejaring bisnis dan memperkuat pemasaran produknya. Kini, produk-produk usaha tersebut telah menjangkau pasar internasional, termasuk Jepang yang menjadi salah satu tujuan ekspor utamanya.


Kraton Leather Buka Peluang bagi Perajin Lokal

Dampak pembinaan UMKM juga terlihat dari perkembangan Kraton Leather, usaha kerajinan kulit yang dirintis Aziz Imawan Prasetyo di Yogyakarta.


Berawal dari usaha kecil dengan produk sederhana, Kraton Leather tumbuh menjadi bisnis kerajinan yang melibatkan puluhan tenaga kerja lokal dalam kegiatan produksi dan pemasaran.


Aziz, yang akrab disapa Wawan, meyakini bahwa perkembangan usaha harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan para mitra kerja. Karena itu, ia membangun pola kemitraan yang tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan dan keterampilan.


Melalui pendekatan tersebut, para perajin diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari rantai produksi, tetapi juga memiliki bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri pada masa mendatang.


Saat ini, sekitar 15 perajin terlibat dalam proses produksi Kraton Leather, sementara delapan orang lainnya mendukung kegiatan pemasaran. Produk kerajinan kulit yang dihasilkan bahkan telah menjangkau pasar luar negeri, termasuk Singapura, Malaysia, dan Inggris.


Sejak memperoleh pembinaan Pertamina pada 2021, Kraton Leather semakin memperkuat promosi melalui berbagai pameran dan kegiatan pemasaran. Upaya tersebut membantu memperluas pengenalan produk kepada calon pembeli serta membuka peluang kerja sama dengan mitra usaha.


Pertamina Dorong UMKM Tumbuh dan Berdampak

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pengembangan UMKM merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.


Menurutnya, pembinaan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis, tetapi juga memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing agar manfaat pertumbuhan usaha dapat dirasakan masyarakat.


“Program pembinaan UMKM Pertamina dirancang untuk membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing. Kami berharap pertumbuhan UMKM juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat secara langsung,” ujar Baron, Minggu (25/10/2026).


Perjalanan Adhimas Batik, Joglo Ayu Tenan, dan Kraton Leather memperlihatkan bahwa UMKM memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menghasilkan produk dan keuntungan.


Melalui inovasi, kolaborasi, serta pemberdayaan masyarakat, UMKM dapat menjadi garda depan pelestarian budaya, membuka kesempatan kerja bagi kelompok rentan, meningkatkan keterampilan perajin, dan memperluas akses masyarakat terhadap peluang ekonomi.


Dukungan pembinaan dan perluasan pasar menjadi salah satu faktor yang membantu pelaku usaha mengembangkan potensi tersebut. Dengan demikian, pertumbuhan UMKM tidak hanya memperkuat perekonomian lokal, tetapi juga menciptakan manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.


Ketiga UMKM binaan Pertamina ini menjadi gambaran bahwa bisnis yang berkembang dapat berjalan beriringan dengan pelestarian nilai budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketika peluang usaha terbuka lebih luas, manfaatnya pun dapat tumbuh melampaui batas ruang produksi hingga menjangkau pasar global.** ( BIP/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar