SIJUNJUNG, ( RIAUANTARA.CO ) – Nama Hj. Yusni Darti, SH, MM, menjadi bagian dari perjalanan politik perempuan di Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat. Berasal dari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, ia dikenal sebagai tokoh perempuan yang telah lama menjalankan amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Sijunjung dari Partai Golkar.
Berdasarkan catatan yang disampaikan, kiprah Yusni Darti di lembaga legislatif daerah tersebut berlangsung sejak 2009 hingga 2029. Rentang pengabdian selama dua dekade itu menempatkannya dalam perjalanan panjang politik lokal, sekaligus menjadi catatan tersendiri tentang keterlibatan perempuan dalam pemerintahan daerah.
Sebagai putri asli Padang Sibusuk, Yusni Darti memiliki keterikatan dengan daerah yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Kedekatan dengan lingkungan masyarakat setempat menjadi salah satu aspek yang melekat dalam narasi kiprahnya sebagai wakil rakyat.
Mengemban Amanah, Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat
Menjadi anggota legislatif bukan sekadar menjalankan fungsi formal di lembaga pemerintahan. Amanah tersebut juga menuntut kemampuan untuk mendengar suara masyarakat, memahami persoalan di lapangan, serta memperjuangkan aspirasi warga melalui mekanisme dan kewenangan yang dimiliki DPRD.
Dalam konteks itu, perjalanan Yusni Darti di parlemen daerah menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat merupakan tanggung jawab yang harus dijaga. Hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya tidak berhenti pada momentum pemilihan, tetapi perlu dipelihara melalui komunikasi, keterbukaan, dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebagai perempuan yang berkiprah di dunia politik, perjalanan Yusni Darti juga menggambarkan ruang partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat daerah. Kehadiran perempuan di lembaga legislatif menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang membuka kesempatan bagi beragam pengalaman dan perspektif untuk terlibat dalam pembangunan.
Perempuan Daerah dan Jejak Pengabdian
Perjalanan panjang di dunia politik tentu menghadirkan tantangan, tanggung jawab, serta tuntutan untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat. Bagi seorang anggota DPRD, keberlanjutan pengabdian tidak hanya dilihat dari lamanya masa jabatan, tetapi juga dari kerja nyata, keterbukaan terhadap kritik, dan hasil perjuangan aspirasi yang dapat dirasakan masyarakat.
Sosok Hj. Yusni Darti, SH, MM, dari Padang Sibusuk menjadi bagian dari kisah perempuan daerah yang menapaki jalur politik dan pemerintahan. Perjalanan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa ruang pengabdian bagi perempuan terbuka luas, termasuk dalam memperjuangkan kepentingan publik melalui lembaga legislatif.
Pada akhirnya, ukuran penting dari perjalanan seorang wakil rakyat terletak pada sejauh mana amanah dijalankan dengan tanggung jawab, aspirasi masyarakat diperjuangkan, dan kepentingan publik tetap menjadi perhatian utama.
Reza Sahdan mengabarkan.**
EDITOR : DH


Komentar