BNNK Pelalawan Buka Jalan Kemandirian Ekonomi bagi Penyintas Narkotika, Gandeng Dunia Usaha | riauantara.co
|

Menu Close Menu

BNNK Pelalawan Buka Jalan Kemandirian Ekonomi bagi Penyintas Narkotika, Gandeng Dunia Usaha

Selasa, 03 November 2026 | 10:38 WIB



PELALAWAN, ( RIAUANTARA.CO ) – Upaya memulihkan penyintas penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya dengan memastikan mereka terbebas dari ketergantungan. Lebih dari itu, diperlukan langkah nyata untuk membuka kesempatan kerja, membangun kemandirian ekonomi, serta mengembalikan kepercayaan diri agar mereka dapat kembali berperan aktif di tengah masyarakat.


Komitmen tersebut diwujudkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pelalawan melalui terobosan pemberdayaan penyintas berbasis kemitraan ekonomi kreatif. Program ini dirancang untuk menjembatani para penyintas dengan berbagai peluang produktif, mulai dari pelatihan keterampilan, magang, akses pekerjaan hingga pengembangan usaha mandiri.


Kepala BNNK Pelalawan, Sasli Rais, menegaskan bahwa penyintas penyalahgunaan narkotika harus mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk menata kembali kehidupannya. Pemulihan bukanlah garis akhir, melainkan awal untuk membangun masa depan yang lebih baik.


Selama ini, stigma sosial dan terbatasnya akses terhadap lapangan pekerjaan, pelatihan, jaringan usaha, hingga permodalan masih menjadi tantangan bagi penyintas yang ingin kembali produktif.


Di sisi lain, berbagai potensi ekonomi di masyarakat sebenarnya dapat menjadi peluang apabila dikelola melalui pola kemitraan yang tepat. Karena itu, BNNK Pelalawan berupaya mempertemukan kemampuan para penyintas dengan kebutuhan dan peluang yang tersedia di dunia usaha maupun sektor ekonomi kreatif.


Bangun Ekosistem Pemberdayaan Berkelanjutan

Langkah strategis tersebut dikembangkan melalui proyek perubahan bertajuk Transformasi Tata Kelola Pemberdayaan Penyintas Penyalahgunaan Narkotika melalui Kemitraan Ekonomi Kreatif.


Program ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, komunitas antinarkoba, serta perwakilan penyintas.


Sebagai langkah konkret, BNNK Pelalawan membentuk Forum Kemitraan Pemberdayaan Penyintas pada 21 September 2026. Forum tersebut menjadi wadah koordinasi untuk menyatukan komitmen dan memperkuat kontribusi berbagai pemangku kepentingan.


Selanjutnya, pada 12 Oktober 2026, BNNK Pelalawan menetapkan Pedoman Tata Kelola Pemberdayaan Penyintas. Dokumen ini menjadi landasan pelaksanaan program, mencakup prinsip pemberdayaan, pembagian tanggung jawab, tahapan kegiatan, hingga mekanisme pemantauan dan evaluasi.


Melalui sistem tersebut, pemberdayaan dilakukan secara lebih terukur. Tahap awal dimulai dengan pemetaan kompetensi, keterampilan, serta potensi masing-masing penyintas.


Hasil pemetaan kemudian digunakan untuk menghubungkan mereka dengan peluang yang sesuai, baik melalui pelatihan, program magang, penempatan kerja, maupun pengembangan kewirausahaan.


Dengan demikian, program tidak sekadar berorientasi pada kegiatan pelatihan, tetapi diarahkan pada hasil nyata berupa peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi.


Gandeng Perusahaan, Perluas Akses Kesempatan Kerja

Keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program pemberdayaan tersebut.


BNNK Pelalawan telah melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan, di antaranya PT Ciptadaya Sejatiluhur dan PT Petroflexx.


Kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang menjadi dukungan konkret sesuai kapasitas masing-masing perusahaan, mulai dari penyediaan pelatihan keterampilan, kesempatan magang, akses lapangan pekerjaan, hingga pendampingan pengembangan usaha.


Selain memperluas kemitraan, BNNK Pelalawan juga menyiapkan penguatan kapasitas personel, sistem pemantauan dan evaluasi, serta skema penghargaan bagi mitra usaha yang berkontribusi dalam pemberdayaan penyintas.


Upaya tersebut menjadi bagian dari pembangunan ekosistem yang memungkinkan penyintas memperoleh kesempatan secara berkelanjutan, bukan hanya selama program berlangsung.


Menghapus Stigma, Membuka Masa Depan

Pemberdayaan ekonomi memiliki peran penting dalam proses reintegrasi sosial penyintas penyalahgunaan narkotika. Kesempatan bekerja dan berusaha bukan hanya memberikan penghasilan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kembali kepercayaan diri, harga diri, serta penerimaan sosial.


Karena itu, keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari sejauh mana mereka mampu memperoleh pekerjaan, mengembangkan usaha, dan menjalani kehidupan yang produktif.


BNNK Pelalawan berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih manusiawi sekaligus berorientasi pada hasil. Penyintas tidak semestinya terus dibayangi masa lalu, melainkan harus diberikan ruang dan kesempatan untuk membuktikan kemampuan serta kontribusinya.


Melalui kemitraan ekonomi kreatif dan kolaborasi lintas sektor, BNNK Pelalawan berharap semakin banyak penyintas penyalahgunaan narkotika yang mampu bangkit, mandiri secara ekonomi, dan kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat.


Pemulihan harus membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Sebab, kesempatan untuk berubah akan semakin bermakna ketika disertai peluang nyata untuk bekerja, berkarya, dan membangun masa depan.**


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar