DLHK Riau Akhirnya Benarkan Anggota Polhut Turun ke Lokasi Perambahan | riauantara.co
|
Menu Close Menu

DLHK Riau Akhirnya Benarkan Anggota Polhut Turun ke Lokasi Perambahan

Rabu, 13 Februari 2019 | 21:17 WIB
Foto, Tiga petugas Polhut tampak turun ke lokasi hutan yang diduga dirambah oleh PT Eka Sari Lorena Transport pada Senin (04/02/19) (foto, istimewa)

RIAUANTARA.CO | Pekanbaru ,- Foto keberadaàn Polisi Kehutanan di lokasi perambahan hutan di desa Segati Kabupaten Pelalawan yang ditunjukkan wartawan minggu lalu, akhirnya mulai menampakkan titik terang. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau akhirnya membenarkan anggotanya turun ke lokasi pada Senin 4 Februari lalu.

"Iya benar, anggota kita turun kesana karena ada informasi bahwa disana ada perambahan hutan. Ketika sampai di lokasi kita mendapati dua unit eksavator. Hanya saja kita tidak mendapati satu orang pun di lokasi",ucap Kepala DLHK Riau Herfin melalui Kasat Polhut DLHK Riau P. Tampubolon saat dikonfirmasi, Rabu (13/02/19).

Ia mengatakan, informasi yang diterima dari warga desa Segati, eksavator yang tengah digunakan untuk pembersihan lahan itu disebut-sebut milik PT. Eka Sari Lorena Transport. 

Berangkat dari informasi tersebut tambah P.Tampubolon, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Salah satunya dengan melayangkan surat ke PT Lorena yang diduga pelaku perambah hutan  di desa Segati.

Terkait tindakan yang dilakukan pihaknya terhadap alat berat yang ditemukan di lapangan, ia mengaku tak mau gegabah.

"Kalau kita lakukan upaya hukum seperti penyitaan, siapa yang bertanggungjawab. Di lokasi tak satupun orang termasuk operator kita temukan, ini yang menjadi dilema", ujarnya.

Sejauh ini kata P.Tampubolon, perambahan hutan di desa Segati sekitar 5 hektar. Sedangkan menyangkut status kawasan hutan belum diketahui secara pasti. Karena untuk mengetahui hal tersebut, harus  diploting dan ditentukan titik azimut terlebih dahulu, ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, DLHK Riau melalui Kasi Penegakkan Hukum Agus saat dikonfirmasi Jumat (08/02/19), mengaku belum bisa memastikan apakah ada anggota Polhut yang turun ke lokasi perambahan hutan atau tidak. Ia berdalih, papan nama ketiga petugas Polhut itu tidak terlihat.

Sementara Kades Segati Sofyan saat dikonfirmasi via selularnya, mengaku perambahan hutan TNTN sudah berlangsung sejak 2006. Bahkan kata Sofyan, sekitar 2 tahun silam ada alat berat yang sudah  diamankan DLHK. Namun demikian ia tak tahu kemana alat berat itu diamankan.

Menurut Sofyan, peràmbahan yang dilakukan PT Eka Sari Lorena Transport itu sudah berlangsung sejak 2006. Hingga  kini sudah 1000 hektar lebih yang sudah ditanami sawit. #fin09
Bagikan:

Komentar