![]() |
| Pemerintah Provinsi Riau terus mengintensifkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah (foto ilustrasi) |
Pekanbaru, riauantara.co | Pemerintah Provinsi Riau terus mengintensifkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan secara masif melalui operasi terpadu, dengan dukungan puluhan sortie penerbangan guna menekan penyebaran api.
Dalam operasi tersebut, berbagai armada udara dikerahkan untuk memperkuat penanganan. Dua helikopter patroli turut beroperasi, masing-masing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan 18 sortie dan Kementerian Kehutanan sebanyak 6 sortie.
Selain patroli, satu helikopter water bombing milik BNPB juga telah melakukan 11 sortie dengan total 545 kali pengeboman air, menyiramkan sekitar 2,45 juta liter air ke sejumlah titik api.
Kepala BPBD dan Damkar Riau melalui Kabid Kedaruratan, Jim Gafur, menyampaikan bahwa upaya pemadaman dilakukan secara terpadu antara jalur darat dan udara.
"Penanganan terus dilakukan secara terpadu, baik melalui darat maupun udara, untuk memastikan api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas," ujarnya.
Upaya pemadaman melalui water bombing terus digencarkan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat.
Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan menggunakan pesawat BNPB yang telah melaksanakan empat sortie dengan menyemai 4.000 kilogram NaCl untuk memicu hujan buatan.
Berdasarkan data terbaru, terdeteksi 21 titik api (firespot) yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau. Di Kabupaten Pelalawan, tiga titik api masih aktif, yakni di Desa Merbau (Kecamatan Bunut), Desa Pulau Muda (Kecamatan Teluk Meranti), dan Desa Teluk Dalam (Kecamatan Kuala Kampar). Ketiga lokasi tersebut masih diselimuti asap tebal sehingga proses pemadaman terus berlangsung.
"Petugas gabungan di lapangan masih terus lakukan pemadaman," kata Jim.
Sementara itu, di Kota Dumai, dari lima titik api yang terpantau, sebagian besar telah berhasil dipadamkan. Dua titik di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, serta satu titik di Kelurahan Bagan Besar Timur, Kecamatan Bukit Kapur, dilaporkan sudah padam total. Adapun satu titik di Kelurahan Tanjung Palas masih menyisakan asap tipis dan dalam tahap pendinginan.
Di Kabupaten Indragiri Hulu, dua titik api ditemukan di Desa Sekip Hilir dan Desa Redang. Satu titik telah dipastikan padam, sementara satu lainnya masih dalam proses pendinginan.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, dengan tiga titik api di Desa Pasir Mas, Desa Teluk Nibung, dan Desa Bekawan yang masih mengeluarkan asap tipis dan tengah ditangani petugas.
Sementara itu, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan jumlah titik api terbanyak, yakni delapan titik. Beberapa wilayah seperti Desa Sukarjo Mesim, Pergam, Teluk Lecah, hingga Titi Akar masih dilaporkan memiliki api aktif disertai asap tebal. Upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif, termasuk dengan pembuatan sekat menggunakan alat berat untuk mencegah api meluas.


Komentar