Dumai, riauantara.co – Puncak peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Dumai tahun 2026 berlangsung khidmat di halaman Kantor Wali Kota, Senin (27/4/2026). Momentum ini menjadi ajang apresiasi bagi para tokoh dan elemen masyarakat yang berkontribusi dalam pembangunan “Kota Idaman”.
Upacara yang digelar sederhana namun penuh makna tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM, MARS, yang juga menyerahkan berbagai penghargaan kepada wajib pajak, aparatur sipil negara (ASN), serta pelaku budaya berprestasi.
Kegiatan ini selaras dengan tema Hari Jadi tahun ini, yakni “SDM Unggul, Infrastruktur Berkelanjutan”, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat pembangunan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Paisal menegaskan bahwa capaian prestasi masyarakat dan ASN menjadi bukti nyata transformasi Dumai menuju kota yang semakin kompetitif di tingkat nasional.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi sektor usaha, penghargaan diberikan kepada sejumlah wajib pajak dengan tingkat kepatuhan tinggi. Untuk kategori Ketaatan dan Kepatuhan, penghargaan diraih oleh Zuri Hotelindo Manajemen (ZHM), PT Nusantara Sejahtera Raya (Cinema XXI), PT Fun World Prima, serta Filosofi Sambal.
Sementara itu, kategori Kontributor Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar diberikan kepada PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit II Dumai, PT Pelindo Regional I Dumai, Apical Group, serta Wilmar di Kawasan Industri Dumai.
“Kontribusi para wajib pajak, baik individu maupun badan usaha, menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian fiskal daerah untuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan,” ujar Paisal.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Dumai melalui BKPSDM juga memberikan penghargaan kepada ASN berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional dan internasional. Di antaranya Rizca Defriyani sebagai penulis dan penerjemah buku anak dwibahasa, Hj. Saidatun Syabibah dan Diana Wahyuni sebagai peraih penghargaan GTK Transformatif nasional, Ridho Fatwandi sebagai komposer terbaik di ajang Zapin Antar Bangsa di Malaka, serta Dwihayati yang meraih juara guru inovatif tingkat provinsi dan favorit nasional.
Semangat pelestarian budaya lokal turut ditunjukkan melalui pengumuman pemenang Festival Lampu Colok 1447 H/2026 M. Kelompok Cahaya Kampung Lama berhasil meraih juara pertama, diikuti Mundam Gemilang, Generasi 24, Bina Persada, Pemuda 007, dan Kanta Pelintung.
Dalam amanatnya, Wali Kota juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik di tengah kondisi efisiensi fiskal. Ia menegaskan bahwa program unggulan seperti Siswa Beradab serta pembangunan infrastruktur strategis, termasuk turap pengendali banjir, tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Pengabdian kita masih panjang. Prestasi hari ini harus menjadi motivasi untuk terus bersinergi mewujudkan Dumai sebagai kota yang agamis, maju, dan berdaya saing,” tutupnya.
Acara tersebut dihadiri ribuan ASN, tokoh masyarakat, serta para pejuang pembentukan Kota Dumai yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias hingga selesai.**(ADV/KOM/RED)


Komentar