![]() |
| Tim Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera bersama tim gabungan terus meningkatkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. |
Pekanbaru, riauantara.co | Tim Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera bersama tim gabungan terus meningkatkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Rabu (1/4). Penanganan difokuskan pada tiga lokasi utama yang menjadi prioritas saat ini.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyebutkan bahwa tiga klaster penanganan meliputi wilayah Rupat Utara, Dumai Kota, serta Pelalawan.
Ia menjelaskan, selain operasi darat yang terus diintensifkan, upaya pemadaman juga diperkuat melalui dukungan Satgas udara lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Operasi pemadaman hari ini masih difokuskan di beberapa titik yang terbagi dalam tiga klaster utama," ujarnya.
Menurutnya, OMC terus dilakukan untuk mengoptimalkan potensi awan agar dapat menghasilkan hujan buatan di area terdampak kebakaran, sehingga membantu mempercepat proses pemadaman di lapangan.
Untuk klaster Rupat Utara, tepatnya di Desa Titi Akar dan Teluk Lecah, dikerahkan tiga regu Manggala Agni dari Daops Dumai, Sarolangun (Jambi), dan Musi Banyuasin (Sumatera Selatan).
Sementara di klaster Dumai Kota, tim Manggala Agni Daops Dumai tengah melakukan tahap mopping up atau pendinginan, guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Di klaster Pelalawan, tepatnya di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, proses pendinginan dilakukan oleh satu regu dari Daops Rengat bersama tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan setempat.
Ferdian mengungkapkan, berdasarkan estimasi awal di lapangan menggunakan perangkat GPS, luas lahan terbakar di Desa Titi Akar diperkirakan mencapai sekitar 200 hektare.
Sementara itu, kebakaran di Desa Merbau, Pelalawan, diperkirakan mencapai 700 hektare. Namun, data tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut melalui citra satelit.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca terus berjalan dengan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Satgas Karhutla di daerah, guna memperkuat upaya penanggulangan kebakaran secara menyeluruh.


Komentar