Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Raih Apresiasi Swara Cantika 2026 | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Raih Apresiasi Swara Cantika 2026

Jumat, 18 September 2026 | 10:29 WIB


JAKARTA, ( RIAUANTARA.CO ) – Kiprah Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Kota Pekanbaru, Sulastri Agung Nugroho, mendapat pengakuan di tingkat nasional. Sulastri meraih Apresiasi Swara Cantika (ASCA) 2026 kategori Pemberdayaan Perempuan Bidang Pendidikan dan Literasi.


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, dalam malam puncak Apresiasi Swara Cantika 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (17/9/2026) malam.


Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Sulastri dalam mendorong pemberdayaan perempuan sekaligus memperkuat pendidikan dan budaya literasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat Kota Pekanbaru.


Melalui gerakan TP PKK, Sulastri mendorong kader hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar keluarga semakin berperan sebagai ruang pendidikan pertama bagi anak. Bersamaan dengan itu, perempuan didorong untuk tampil lebih percaya diri, mandiri, produktif, dan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungannya.


Di sisi lain, sebagai Bunda Literasi Pekanbaru, Sulastri aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, perpustakaan, komunitas hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi di tingkat keluarga.


Menurut Sulastri, makna literasi jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi mencakup kemampuan masyarakat dalam memahami informasi, mendidik anak, menjaga kesehatan keluarga, mengelola perekonomian rumah tangga hingga mengambil keputusan secara bijaksana.


“Karena itu, gerakan PKK dan literasi tidak dapat dipisahkan. Perempuan, khususnya para ibu, adalah pendidik pertama dalam keluarga dan memiliki peran besar dalam menentukan masa depan anak-anak,” ujar Sulastri.


Sulastri mengaku bersyukur atas penghargaan nasional yang diterimanya. Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif para kader PKK, pendidik, pegiat literasi serta masyarakat Kota Pekanbaru.


“Alhamdulillah, saya bersyukur menerima penghargaan ini. Sejatinya penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh masyarakat Kota Pekanbaru, terutama para perempuan hebat yang terus bergerak, berkarya, dan memberikan manfaat,” katanya.


Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan menjadi garis akhir dari gerakan pemberdayaan perempuan dan literasi. Sebaliknya, apresiasi di tingkat nasional itu menjadi energi baru untuk memperluas program pendidikan, literasi dan pemberdayaan perempuan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.


“Kita ingin perempuan Pekanbaru semakin berdaya dan anak-anak semakin dekat dengan buku serta pendidikan. Dari perempuan yang berdaya dan keluarga yang kuat, akan lahir generasi Pekanbaru yang cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.


Wali Kota Pekanbaru: Prestasi yang Membanggakan


Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, turut menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima Sulastri. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa gerakan pemberdayaan perempuan, pendidikan dan literasi di Pekanbaru mendapat perhatian hingga tingkat nasional.


“Ini membanggakan bagi Kota Pekanbaru. Penghargaan ini adalah milik seluruh perempuan Pekanbaru, kader PKK, pendidik, dan pegiat literasi yang terus bekerja di tengah masyarakat,” ujar Agung.


Agung berharap penghargaan tersebut dapat memperkuat semangat kolaborasi seluruh elemen dalam meningkatkan kualitas keluarga sekaligus membangun sumber daya manusia di Kota Pekanbaru.


Ia menekankan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Hal yang jauh lebih penting adalah memastikan berbagai gerakan yang dilakukan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap lahirnya generasi Pekanbaru yang berkualitas.


“Penghargaan bukanlah tujuan akhir. Yang paling penting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat serta mampu mempersiapkan generasi Pekanbaru yang lebih baik,” tutup Agung.


Apresiasi Perempuan Berdampak


Apresiasi Swara Cantika 2026 merupakan ajang penghargaan tingkat nasional yang diselenggarakan Cantika untuk memberikan apresiasi kepada perempuan yang dinilai memberikan kontribusi dan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus turut mendorong perjalanan kesetaraan perempuan di Indonesia.


Raihan Sulastri Agung Nugroho dalam kategori Pemberdayaan Perempuan Bidang Pendidikan dan Literasi menjadi momentum penting bagi Kota Pekanbaru untuk terus memperkuat gerakan literasi, pendidikan keluarga, serta pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.** ( MUS/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar