Ketua Kwarcab Pramuka Pekanbaru Turun ke Jalan, 4.000 Masker Dibagikan untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Ketua Kwarcab Pramuka Pekanbaru Turun ke Jalan, 4.000 Masker Dibagikan untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap

Kamis, 17 September 2026 | 09:10 WIB


PEKANBARU, ( RIAUANTARA.CO ) – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru. Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Hj. Sulastri Agung, turun langsung ke sejumlah titik keramaian untuk membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat.


Sebanyak 4.000 masker dibagikan kepada warga, terutama pengendara yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan. Kegiatan tersebut digelar bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Rabu (16/9/2026).


Aksi sosial ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melindungi diri dari paparan asap ketika kualitas udara belum kembali membaik.


Pembagian masker dilakukan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, antara lain persimpangan lampu merah Jalan Riau–Yos Sudarso, persimpangan Fly Over Jalan Nangka, serta kawasan lampu merah Simpang Tiga.


Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris Dinas Kesehatan Pekanbaru Dedy Sambudi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pekanbaru Zarman Candra, Sekretaris Kwarcab Pramuka Pekanbaru Kak Irwan Yuliadi, Camat Senapelan Kak Rein Rizka Karvy, Kepala Puskesmas Senapelan Wido, Kepala Puskesmas Garuda dr. Ray, jajaran Kwartir Ranting (Kwaran) Senapelan, serta anggota Pramuka.


Sulastri mengatakan, pembagian masker merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak kabut asap.


“Alhamdulillah, hari ini kita bagikan masker gratis sebanyak 4.000 secara langsung kepada pengendara yang ada di jalan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan,” ujar Sulastri.


Ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kondisi tubuh selama kualitas udara belum sepenuhnya membaik. Warga juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan mencukupi waktu istirahat.


“Di tengah kabut asap, masyarakat tetap menjaga kesehatan, minum air putih yang banyak dan istirahat dengan cukup. Artinya, kita tetap menjaga fisik. Semoga asap cepat berlalu dan mudah-mudahan Kota Pekanbaru, khususnya Provinsi Riau, segera turun hujan,” katanya.


Total 15.000 Masker Telah Dibagikan


Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan, pembagian masker kepada masyarakat terus dilakukan selama kondisi udara masih terdampak kabut asap.


Dengan tambahan 4.000 masker dari Kwarcab Gerakan Pramuka Pekanbaru, total masker yang telah dibagikan kepada masyarakat selama periode kabut asap mencapai 15.000 masker.


Sebelumnya, pembagian masker juga dilakukan di sejumlah ruas jalan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, termasuk Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan HR Soebrantas Panam.


“Total jumlah masker yang dibagikan sampai saat ini mencapai 15 ribu masker,” ungkap Dedy.


Menurut Dedy, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembagian masker. Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan diri dari paparan asap juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.


Ia menegaskan, pembagian masker gratis akan terus dilakukan selama kualitas udara masih berada dalam kondisi tidak sehat.


Tak hanya masker, Dinas Kesehatan Pekanbaru juga memastikan ketersediaan obat-obatan di fasilitas pelayanan kesehatan.


“Masker dan obat-obatan juga sudah kita siapkan di 21 puskesmas yang ada,” jelasnya.


Kolaborasi antara pemerintah, Kwarcab Gerakan Pramuka, dan unsur terkait diharapkan dapat membantu meningkatkan perlindungan masyarakat selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Pekanbaru.


Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan, terutama ketika kualitas udara berada pada tingkat yang tidak sehat.** ( MUS/RED )


Editor : DH

Bagikan:

Komentar