Oki Earlivan Resmi Pimpin IA-ITB Jakarta 2026–2030, Siapkan 11 Program Strategis | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Oki Earlivan Resmi Pimpin IA-ITB Jakarta 2026–2030, Siapkan 11 Program Strategis

Minggu, 20 September 2026 | 15:16 WIB



JAKARTA, ( RIAUANTARA.CO ) – Oki Earlivan Sampurno (SBM’04) resmi mengemban amanah sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Jakarta periode 2026–2030. Pengukuhan kepengurusan baru tersebut digelar dalam rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IA-ITB Jakarta di Ballroom Four Seasons Hotel Jakarta, Kamis, 3 September 2026.


Mengusung tema “Simpul Talenta, Kekuatan Bangsa: Bersama Alumni ITB Jakarta Menggerakkan Indonesia,” pelantikan ini menjadi penanda dimulainya periode kepemimpinan baru IA-ITB Jakarta sekaligus agenda konsolidasi untuk memperkuat jejaring alumni.


Sejumlah tokoh hadir dalam momentum tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, Menteri Lingkungan Jumhur Hidayat, serta Ketua Umum Pengurus Pusat IA-ITB Agustin Peranginangin.


Oki sebelumnya terpilih sebagai Ketua Umum IA-ITB Jakarta melalui Kongres Daerah IA-ITB Jakarta pada Juni 2026. Dalam periode kepemimpinannya, ia membawa agenda penguatan jaringan alumni dengan mendorong kolaborasi lintas disiplin, profesi, dan sektor.


Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan pataka dari Ketua Umum Pengurus Pusat IA-ITB Agustin Peranginangin kepada Oki Earlivan. Penyerahan tersebut menjadi simbol peralihan tanggung jawab sekaligus dimulainya masa bakti kepengurusan IA-ITB Jakarta 2026–2030.


Dalam sambutannya, Oki menegaskan pentingnya membangun kembali konektivitas internal organisasi serta memperkuat hubungan antarsesama alumni.


“Kami ingin re-strengthen dan reconnect kepengurusan,” ujar Oki dalam keterangan tertulis, Minggu, 20 September 2026.


IA-ITB Jakarta Luncurkan 11 Program Kerja


Bersamaan dengan dimulainya kepengurusan baru, IA-ITB Jakarta memperkenalkan 11 program kerja yang akan menjadi bagian dari agenda organisasi selama periode 2026–2030.


Program tersebut mencakup Rumah Singgah IA-ITB Jakarta, IA-ITB Jakarta Connect, Srikandi IA-ITB Jakarta Heritage, IA-ITB Jakarta Policy Forum, Jakarta Startup Incubation & VC, IA-ITB Jakarta Marketplace & UMKM, IA-ITB Jakarta Entrepreneurship Awards, 1.000 Mentor & 5.000 Mentees, Jakarta Company Connection, Alumnia, serta Ganesha Entrepreneur Spotlight.


Kesebelas program itu dirancang untuk memperluas konektivitas dan membuka ruang kolaborasi bagi alumni di berbagai bidang.


Fokusnya mencakup sektor sosial, kebijakan publik, kewirausahaan, investasi, pendidikan, pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga penguatan jejaring profesional.


Dengan agenda tersebut, IA-ITB Jakarta tidak hanya diarahkan menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga ruang untuk menghubungkan kompetensi dan jejaring alumni dengan kebutuhan masyarakat serta pembangunan nasional.


Agustin Dorong Alumni Perkuat Hubungan dengan ITB


Ketua Umum Pengurus Pusat IA-ITB Agustin Peranginangin menekankan pentingnya menjaga hubungan erat antara organisasi alumni dan almamater.


Menurut Agustin, IA-ITB merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ITB. Karena itu, ia mendorong kepengurusan IA-ITB Jakarta untuk memperkuat semangat gotong royong dan mengoptimalkan kepakaran alumni agar dapat memberikan kontribusi kepada almamater.


“Kehadiran Ikatan Alumni tidak lepas dari ibu kami, ITB. Oleh karena itu, saya berharap Pengda Jakarta agar saling bergandeng dan bergotong royong dalam hal-hal yang bersifat kepakaran. Yang kita harapkan, kepakaran tersebut juga dapat disisihkan untuk ITB sebagai bakti kepada almamater,” ujar Agustin.


Pesan tersebut menegaskan pentingnya alumni bukan hanya sebagai jejaring profesional, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan dan keahlian yang dapat dikontribusikan kembali bagi pengembangan ITB.


Rektor ITB Tekankan Kolaborasi dan Dampak bagi Masyarakat


Sementara itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyampaikan visi ITB untuk berkembang menjadi universitas generasi keempat yang mampu menghasilkan dampak lebih luas bagi masyarakat.


Tatacipta menjelaskan perkembangan konsep perguruan tinggi dari generasi pertama yang berorientasi pada pendidikan atau teaching university, kemudian generasi kedua yang berfokus pada penelitian atau research university, hingga generasi ketiga yang menitikberatkan kewirausahaan atau entrepreneurial university.


Adapun konsep universitas generasi keempat, menurut Tatacipta, menempatkan partnership atau kemitraan sebagai salah satu fondasi utama. Perguruan tinggi didorong membangun kolaborasi dengan komunitas dan berbagai pemangku kepentingan agar pengetahuan serta inovasi dapat menghasilkan dampak nyata.


“ITB memiliki visi untuk menjadi universitas generasi keempat yang berdampak. Generasi pertama adalah teaching university, generasi kedua research university, generasi ketiga entrepreneurial university, dan generasi keempat adalah partnership, bagaimana universitas dapat memberikan dampak kepada masyarakat melalui kolaborasi,” ujar Tatacipta.


Ia menambahkan, dampak perguruan tinggi tidak semata-mata diukur melalui keuntungan ekonomi. Kontribusi sosial serta peran dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik dan menjaga perdamaian dunia juga menjadi bagian penting dari kebermanfaatan institusi pendidikan.


Tatacipta pun menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Oki Earlivan sebagai Ketua IA-ITB Jakarta periode 2026–2030.


“Selamat atas pelantikan Oki Earlivan sebagai Ketua Pengda IA-ITB Jakarta 2026–2030,” katanya.


Perkuat Konsolidasi Alumni


Dengan kepengurusan baru serta 11 program kerja yang telah disiapkan, IA-ITB Jakarta periode 2026–2030 memasuki fase konsolidasi organisasi dan penguatan jejaring alumni.


Kepemimpinan Oki Earlivan diarahkan untuk mempertemukan potensi, kepakaran, dan jaringan alumni dalam berbagai bidang strategis. Semangat tersebut sejalan dengan tema kepengurusan yang menempatkan alumni sebagai simpul talenta dan kekuatan kolaborasi.


Melalui penguatan konektivitas internal dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, IA-ITB Jakarta diharapkan dapat memperluas kontribusi alumni, tidak hanya bagi organisasi dan almamater, tetapi juga bagi masyarakat Jakarta serta Indonesia.** ( BIP/RED )


editor : DH

Bagikan:

Komentar