433 Mahasiswa Untidar Diwisuda, Fatika Hayu Ariyani Raih Predikat Terbaik dengan IPK 3,99 | riauantara.co
|
Menu Close Menu

433 Mahasiswa Untidar Diwisuda, Fatika Hayu Ariyani Raih Predikat Terbaik dengan IPK 3,99

Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:26 WIB



MAGELANG, ( RIAUANTARA.CO ) – Universitas Tidar (Untidar), Kota Magelang, Jawa Tengah, mewisuda 433 mahasiswa program sarjana dalam wisuda periode ke-76 yang digelar di Gedung Kuliah Umum (GKU), Sabtu (17/10/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi penanda keberhasilan akademik, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif lulusan yang mampu mengembangkan inovasi pembelajaran sekaligus merintis pengembangan usaha keluarga.


Salah satu lulusan yang mencuri perhatian adalah Fatika Hayu Ariyani dari Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,99.


Prestasi tersebut semakin istimewa karena Fatika tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghasilkan karya yang berpotensi memberikan manfaat langsung bagi dunia pendidikan. Melalui skripsinya, ia mengembangkan aplikasi pembelajaran matematika untuk membantu siswa sekolah menengah pertama (SMP) memahami materi pelajaran secara lebih menarik.


Sebanyak 433 wisudawan pada periode ini berasal dari lima fakultas di Untidar, yakni Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Pertanian (Faperta), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol).


Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peningkatan jumlah lulusan dan capaian akademik mahasiswa yang terus menunjukkan perkembangan positif.


Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur perguruan tinggi, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang telah berjuang menyelesaikan pendidikan.


“Peningkatan masa studi yang semakin singkat serta prestasi akademik yang membanggakan, khususnya dari Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP yang sukses mencatatkan diri sebagai peraih wisudawan terbaik tiga kali berturut-turut. Alhamdulillah karena berkat kerja keras kita semuanya, dari bapak ibu dosen, didukung oleh seluruh tenaga kependidikan, serta semangat berjuang dari mahasiswa-mahasiswa Untidar, kita bersyukur jumlah wisudawan wisudawati kita selalu bertambah dari waktu ke waktu,” ujar Sugiyarto.


Ia menegaskan, capaian para lulusan menjadi bagian penting dari perjalanan Untidar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak sumber daya manusia yang kompeten.


Kembangkan Aplikasi Matematika Secara Otodidak

Di balik predikat wisudawan terbaik, Fatika memiliki perjalanan akademik yang tidak lepas dari kreativitas, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar.


Ketertarikannya mengembangkan media pembelajaran bermula ketika mengikuti mata kuliah yang berkaitan dengan media pembelajaran di Program Studi Pendidikan Matematika. Dari pengalaman tersebut, ia terdorong mencari cara untuk menghadirkan materi matematika dalam bentuk aplikasi yang lebih mudah digunakan siswa.


Fatika kemudian menemukan platform Kodular melalui YouTube. Platform tersebut dipelajarinya secara mandiri karena memungkinkan pembuatan aplikasi tanpa harus menguasai bahasa pemrograman secara mendalam.


Dari proses belajar dan eksplorasi tersebut, lahirlah aplikasi bernama Serlida, yang diambil dari materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) pada matematika fase D.


Aplikasi itu tidak berhenti sebagai produk penelitian. Fatika telah menyebarkan dan mengimplementasikannya kepada siswa kelas VIII G MTs Negeri 2 Kota Magelang. Kelayakan aplikasi tersebut juga diuji melalui sejumlah aspek, meliputi validitas, kepraktisan, dan efektivitas.


“Awalnya saya mencari platform yang bisa digunakan oleh orang awam yang tidak mempelajari kode program secara utuh, tetapi tetap bisa menghasilkan aplikasi pembelajaran. Dari situ saya menemukan Kodular, lalu belajar dan mencoba mengeksplorasinya sendiri sampai akhirnya bisa menghasilkan media pembelajaran,” ungkap Fatika.


Inovasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran tidak selalu harus berawal dari penguasaan teknologi yang kompleks. Dengan kemauan belajar dan pemanfaatan platform yang tepat, mahasiswa dapat menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan pendidikan.


Terapkan Ilmu Kuliah untuk Mengembangkan Usaha Keluarga

Selain berprestasi di bidang akademik, Fatika juga mulai menerapkan ilmu yang diperolehnya selama kuliah untuk membantu mengembangkan usaha keluarga di Klaten, Jawa Tengah.


Ibunya menjalankan usaha penjualan aneka kue, mulai dari cake hingga roti. Sementara itu, ayahnya bekerja sebagai pekerja pabrik di Riau.


Sejak duduk di bangku SMA, Fatika telah terbiasa menjalani kehidupan berjauhan dari ayahnya. Dukungan orang tua menjadi salah satu sumber motivasi yang menguatkannya selama menempuh pendidikan hingga berhasil menyelesaikan studi di Untidar.


Pengalaman perkuliahan, khususnya materi kewirausahaan, kini menjadi bekal untuk membantu usaha keluarga berkembang. Fatika mulai menambahkan variasi produk yang dijual, sekaligus memanfaatkan pengetahuan yang diperolehnya untuk mendukung kegiatan usaha tersebut.


“Selama kuliah di Untidar, saya mendapatkan teori kewirausahaan sampai praktiknya. Jadi, ketika belum bisa sepenuhnya menggunakan ilmu sebagai guru di sekolah, saya masih bisa menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha orang tua,” jelasnya.


Langkah tersebut memperlihatkan bahwa ilmu perguruan tinggi dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Bagi Fatika, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar, melainkan juga tentang kemampuan menggunakan pengetahuan untuk menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi keluarga.


Tetap Ingin Menjadi Guru

Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Fatika berencana mengembangkan usaha keluarga sembari mempersiapkan diri untuk berkarier di bidang pendidikan.


Ia berkeinginan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai bagian dari upayanya mewujudkan cita-cita menjadi pengajar profesional.


Ketertarikannya pada dunia pendidikan, terutama kegiatan mengajar dan berinteraksi dengan siswa, membuat Fatika ingin tetap menekuni bidang yang telah dipelajarinya selama kuliah.


“Saya ingin mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan tetap menekuni bidang pendidikan karena menyukai kegiatan mengajar serta berinteraksi dengan siswa,” pungkasnya.


Kisah Fatika menjadi salah satu warna dalam wisuda ke-76 Untidar. Dengan prestasi akademik, inovasi aplikasi pembelajaran, dan kepedulian terhadap pengembangan usaha keluarga, ia menunjukkan bahwa keberhasilan lulusan perguruan tinggi dapat diwujudkan melalui beragam kontribusi.


Wisuda 433 mahasiswa tersebut sekaligus menjadi momentum bagi para lulusan Untidar untuk melangkah ke tahap berikutnya, baik memasuki dunia kerja, mengembangkan usaha, maupun mengabdikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.** ( BIP/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar