Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra, dari Ruang Kelas hingga Panggung MotoGP Mandalika | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra, dari Ruang Kelas hingga Panggung MotoGP Mandalika

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:56 WIB



LOMBOK TENGAH, ( RIAUANTARA.CO ) – Akses terhadap teknologi digital menjadi salah satu kunci untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak penyandang disabilitas netra. Menjawab kebutuhan tersebut, Pertamina melalui Pertamina Foundation menghadirkan program Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara dengan menyalurkan smartphone yang dilengkapi fitur aksesibilitas untuk mendukung pembelajaran yang lebih mandiri.


Sebanyak 10 siswa penyandang disabilitas netra dari SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 2 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menerima bantuan smartphone pada Jumat (9/10/2026). Perangkat tersebut diharapkan membantu para siswa mengakses materi pelajaran, memperoleh informasi, serta mengembangkan keterampilan digital sesuai kebutuhan mereka.


Dukungan ini tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah. Sehari setelah penyerahan bantuan, dua penerima manfaat, Rendi dan Nindi, turut terlibat dalam seremoni penyerahan bantuan Pertamina pada rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (10/10/2026).


Keterlibatan mereka di tengah ajang balap internasional tersebut membawa pesan bahwa inklusi harus hadir di berbagai ruang kehidupan. Setiap anak, termasuk penyandang disabilitas netra, memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.


Smartphone Bantu Perluas Akses Pendidikan

Melalui program Digital Netra Setara, Pertamina Foundation berupaya menghadirkan teknologi yang dapat digunakan secara lebih mudah oleh siswa penyandang disabilitas netra. Smartphone yang disalurkan dilengkapi fitur pembaca layar TalkBack dan teknologi text-to-speech berbahasa Indonesia, yang memungkinkan informasi digital diakses melalui suara.


Fitur tersebut dapat membantu siswa menjelajahi aplikasi, membaca materi pembelajaran digital, serta memanfaatkan berbagai sumber pengetahuan secara lebih mandiri.


Salah satu penerima manfaat, Izron Harsan Sahilin dari SLB Negeri 2 Lombok Tengah, merasakan harapan baru melalui dukungan teknologi tersebut. Baginya, smartphone bukan sekadar perangkat komunikasi, melainkan sarana untuk memperluas pengetahuan dan menunjang kegiatan belajar.


“Saya senang mendapatkan bantuan smartphone ini. Semoga smartphone ini bisa membantu saya belajar, membaca materi pelajaran, dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Saya ingin terus belajar dan meraih cita-cita saya,” ujar Izron.


Penyaluran bantuan juga disertai edukasi mengenai penggunaan perangkat dan aplikasi pendukung aksesibilitas. Langkah ini dilakukan agar para siswa tidak hanya menerima teknologi, tetapi juga memahami cara menggunakannya untuk menunjang pendidikan sehari-hari.


President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan inklusif perlu diwujudkan melalui akses teknologi yang sesuai kebutuhan serta pendampingan berkelanjutan.


“Kami ingin memastikan bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi setiap anak. Bagi anak-anak penyandang disabilitas netra, akses terhadap teknologi yang sesuai kebutuhan dapat membantu membuka lebih banyak pintu menuju pengetahuan dan kemandirian. Melalui Digital Netra Setara, Pertamina berupaya menghadirkan dukungan yang tidak berhenti pada pemberian perangkat, tetapi juga mencakup pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam proses belajar sehari-hari,” ujar Agus.


Pelatihan Digital Berlangsung Selama Tiga Bulan

Untuk memastikan bantuan memberikan manfaat jangka panjang, program Digital Netra Setara tidak berhenti pada distribusi smartphone. Para siswa juga mendapatkan pelatihan, sementara guru dan mentor pendamping dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi pendukung pembelajaran bagi penyandang disabilitas netra.


Materi pelatihan meliputi navigasi dasar menggunakan TalkBack, komunikasi dan pengetikan, pemanfaatan aplikasi pendidikan dan Learning Management System (LMS), hingga keamanan digital.


Pendampingan direncanakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Melalui proses tersebut, siswa diharapkan dapat membangun keterampilan digital secara bertahap, meningkatkan kepercayaan diri, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan belajar dan aktivitas sehari-hari.


Pendekatan ini menjadi penting karena keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah perangkat yang disalurkan. Manfaat yang lebih besar terletak pada kemampuan penerima untuk menggunakan teknologi secara efektif, mandiri, dan berkelanjutan.


Jangkau 30 Siswa di Empat Wilayah Indonesia

Secara nasional, Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara menjangkau 30 penerima manfaat yang tersebar di empat wilayah, yakni Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Maluku Utara.


Khusus di Lombok Tengah, program ini memberikan bantuan kepada 10 siswa, terdiri atas enam siswa SLB Negeri 1 Lombok Tengah dan empat siswa SLB Negeri 2 Lombok Tengah.


Program tersebut menyasar siswa penyandang disabilitas netra yang membutuhkan dukungan perangkat dan akses digital untuk menunjang pendidikan. Perpaduan bantuan smartphone, pelatihan, serta pendampingan diharapkan dapat memperluas akses terhadap sumber pembelajaran sekaligus memperkuat kemampuan dan kemandirian para siswa.


Bagi penerima manfaat, dukungan ini membuka peluang untuk mengakses pengetahuan yang sebelumnya mungkin lebih sulit dijangkau. Sementara bagi tenaga pendidik, pemanfaatan teknologi aksesibilitas dapat menjadi salah satu cara untuk memperkaya metode pembelajaran yang lebih inklusif.


Bawa Pesan Inklusi ke Panggung MotoGP Mandalika

Kehadiran Rendi dan Nindi dalam seremoni di Pertamina Mandalika International Circuit memberikan dimensi tersendiri bagi program Digital Netra Setara. Di tengah perhatian publik terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, keterlibatan penerima manfaat menjadi pengingat bahwa kesempatan dan akses yang setara perlu diperjuangkan di berbagai bidang.


Bagi Pertamina, momentum penyelenggaraan ajang internasional juga menjadi ruang untuk memperluas pesan mengenai pentingnya memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Pendidikan, aksesibilitas, dan kesempatan berkembang merupakan bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih inklusif.


Melalui Pertamina Foundation, komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk dukungan teknologi pembelajaran bagi anak penyandang disabilitas netra. Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.


Pada akhirnya, nilai sebuah program tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga oleh peluang baru yang tercipta setelahnya. Smartphone menjadi sarana untuk mengakses pengetahuan, pelatihan menjadi bekal untuk menguasai teknologi, dan pendampingan menjadi penguat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.


Melalui Digital Netra Setara, Pertamina dan Pertamina Foundation berharap semakin banyak anak penyandang disabilitas netra mampu mengakses pendidikan, mengembangkan keterampilan, dan mengejar cita-cita dengan lebih percaya diri.


Sebab, pendidikan yang inklusif bukan sekadar memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk belajar, melainkan juga memastikan mereka memiliki dukungan yang memadai untuk tumbuh, berkembang, dan menentukan masa depannya sendiri.** ( BIP/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar