Prabowo Gebrak Hilirisasi di Maluku Utara, 11 Proyek Senilai Rp180 Triliun Resmi Diluncurkan | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Prabowo Gebrak Hilirisasi di Maluku Utara, 11 Proyek Senilai Rp180 Triliun Resmi Diluncurkan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:28 WIB



MALUKU UTARA, ( RIAUANTARA.CO ) – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan rangkaian proyek hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Total nilai investasi dari 11 proyek tersebut mencapai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.


Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo juga melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri berbasis sumber daya alam di dalam negeri.


Setibanya di kawasan IWIP, Prabowo terlebih dahulu meninjau sejumlah fasilitas industri yang berada di kawasan tersebut. Fasilitas yang dikunjungi mencakup industri bahan baku baterai atau precursor, pengolahan nikel, hingga industri aluminium.


Presiden kemudian mengunjungi Wisma Tsingshan untuk melihat berbagai stan yang menampilkan informasi mengenai perkembangan kawasan IWIP. Di lokasi tersebut, Prabowo memperoleh paparan mengenai perjalanan pembangunan kawasan industri, capaian investasi, serta pengembangan ekosistem industri yang tengah berlangsung.


Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, dalam laporannya menjelaskan bahwa 11 proyek yang diluncurkan terdiri atas proyek yang telah memasuki tahap komersialisasi dan sejumlah proyek baru yang mulai dibangun.


Menurut Rosan, proyek tersebut mencakup pengembangan material baterai berbasis nikel, baterai kendaraan listrik, aluminium elektrolit, hingga alat berat berbasis listrik.


Sementara proyek baru yang memasuki tahap groundbreaking meliputi material baterai berbasis nikel, separator baterai EV, elektronik baterai EV, aluminium elektronik, alat berat berbasis listrik untuk kebutuhan pertambangan dan industri, serta photovoltaic glass untuk mendukung industri energi surya.


Presiden Prabowo menegaskan, 11 proyek tersebut terdiri dari empat proyek industri yang memasuki tahap komersialisasi dan tujuh proyek industri baru yang mulai dibangun.


“Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru, di kawasan ini, Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park,” kata Prabowo.


Dorong Nilai Tambah Sumber Daya Alam


Prabowo menekankan bahwa hilirisasi merupakan bagian penting dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan kekayaan alam Indonesia. Menurutnya, sumber daya alam tidak cukup hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi harus diolah di dalam negeri agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.


Presiden mengatakan kekayaan alam Indonesia merupakan anugerah yang harus dikelola secara optimal untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan memperkuat perekonomian nasional.


“Kita menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberi kepada kita anugerah kekayaan alam yang sangat bernilai dan sangat besar. Tapi kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita,” ujar Prabowo.


Pengembangan ekosistem industri di IWIP sekaligus menunjukkan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri nasional berbasis pengolahan sumber daya alam. Hilirisasi nikel diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas, tetapi juga mendorong terbentuknya rantai industri dari bahan baku hingga produk bernilai tambah tinggi, termasuk baterai kendaraan listrik.


Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam agenda tersebut. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.


Hadir pula Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, serta Chairman of Tsingshan Industry Xiang Guang Da.


Peluncuran tersebut menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam memperluas hilirisasi industri sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang tidak hanya memasok bahan mentah, tetapi juga memproduksi berbagai produk industri bernilai tambah di dalam negeri.** ( BIP/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar