Bengkalis, riauantara.co - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bengkalis melakukan audiensi bersama Bupati Bengkalis di Wisma Sri Mahkota, Selasa (5/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, PMII menyerahkan kajian strategis bertajuk “Bengkalis Resilient 2026: Gagasan Kritis-Transformatif PMII Kabupaten Bengkalis” yang memuat delapan isu strategis daerah, analisis kebijakan, serta rekomendasi terhadap persoalan fiskal, tata kelola pemerintahan, energi, sosial, hingga penguatan ekonomi lokal.
Audiensi berlangsung hangat dan dialogis dengan dihadiri Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis serta pengurus cabang PMII Kabupaten Bengkalis. Dalam kesempatan tersebut, PMII menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai mitra kritis dan transformatif dalam mengawal arah pembangunan daerah yang lebih strategis, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Ketua PMII Kabupaten Bengkalis, Syahrul Mizan menyampaikan bahwa delapan isu strategis yang dibawa dalam audiensi tersebut merupakan bentuk kepedulian PMII terhadap arah masa depan Kabupaten Bengkalis.
“Kajian ini kami susun sebagai bentuk kontribusi intelektual PMII untuk mendorong tercapainya pembangunan daerah yang lebih terarah, adaptif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. PMII ingin memastikan bahwa suara generasi muda menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Bengkalis membutuhkan keberanian dalam melakukan transformasi kebijakan agar tidak terus bergantung pada sektor migas dan dana transfer pusat.
“Kami melihat kabupaten Bengkalis memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan struktural, mulai dari ketergantungan fiskal, lemahnya optimalisasi PAD, persoalan distribusi BBM, hingga belum maksimalnya peran BUMD sebagai penggerak ekonomi daerah. Karena itu, PMII hadir membawa gagasan dan rekomendasi yang konstruktif demi masa depan daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Bengkalis menyambut baik kajian yang disampaikan PMII dan mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam memberikan masukan terhadap arah pembangunan daerah.
“Kami mengapresiasi langkah PMII yang hadir membawa kajian dan gagasan. Pemerintah daerah tentu membutuhkan masukan yang konstruktif, terutama dari kalangan akademisi dan mahasiswa, agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati (ibu Kasmarni).
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis terbuka terhadap kritik dan rekomendasi yang bersifat membangun demi kemajuan daerah.
“Pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi bersama seluruh elemen, termasuk mahasiswa, agar Kabupaten Bengkalis mampu menghadapi tantangan fiskal, memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan mahasiswa untuk mendorong kebijakan yang lebih responsif, progresif dan berpihak pada kepentingan masyarakat, demi mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju, dan Sejahtera.**


Komentar