Pekanbaru Catat Prestasi Nasional, Program Ekonomi dan Sosial Agung Nugroho Tuai Apresiasi Pusat | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Pekanbaru Catat Prestasi Nasional, Program Ekonomi dan Sosial Agung Nugroho Tuai Apresiasi Pusat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 07:16 WIB
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat atas keberhasilannya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting
Pekanbaru, riauantara.co | Pemerintah Kota Pekanbaru terus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai program strategis yang diarahkan untuk memperkuat investasi, memberdayakan masyarakat, serta menciptakan peluang ekonomi baru.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar, pembangunan ekonomi kota mulai diarahkan lebih terukur dengan fokus pada penguatan sektor UMKM, percepatan investasi, dan dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN).

Salah satu langkah yang paling dirasakan pelaku usaha adalah percepatan layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Jika sebelumnya proses pengurusan izin membutuhkan waktu lama, kini pelayanan tersebut dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi terobosan penting dalam menciptakan iklim investasi yang lebih cepat, transparan, dan ramah terhadap dunia usaha.

Masuknya investasi baru ke Pekanbaru juga menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan arah pembangunan kota.

Selain memperkuat investasi, Pemerintah Kota Pekanbaru juga berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui pelaksanaan bazar pangan murah di 50 lokasi.

Program ini dilakukan untuk menekan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

Pemerintah juga menggulirkan Program Rp100 juta per RW sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Program tersebut memberi ruang kepada masyarakat untuk menentukan kebutuhan pembangunan di lingkungan masing-masing, mulai dari perbaikan fasilitas umum hingga kegiatan ekonomi produktif.

Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemko Pekanbaru juga aktif mendorong pertumbuhan UMKM melalui Festival Kreatif Budaya Melayu.

Festival tersebut tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang promosi dan peningkatan penjualan produk lokal masyarakat.

Sementara itu, pengentasan kemiskinan menjadi salah satu fokus penting pemerintah kota. Berbagai intervensi dilakukan untuk menghapus kemiskinan ekstrem sekaligus memperkuat sektor usaha kecil dan menengah sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

Keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting bahkan mengantarkan Wali Kota Agung Nugroho meraih penghargaan peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Dalam mendukung Program Strategis Nasional, Pekanbaru juga aktif menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini terdapat 27 dapur umum MBG yang masing-masing mampu menyediakan sekitar 3.000 hingga 3.500 porsi makanan setiap hari.

Program tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi pelajar dan kelompok rentan.

Pemerintah Kota Pekanbaru juga memperkuat program Koperasi Merah Putih dengan membentuk 83 koperasi berbadan hukum di setiap kelurahan.

Kehadiran koperasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat berbasis komunitas sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi warga.

Di bidang digitalisasi pendidikan, pemerintah mulai menghadirkan smartboard atau papan tulis pintar di sekolah negeri sebagai bagian dari transformasi pendidikan berbasis teknologi.

Sementara itu, program Sekolah Rakyat juga mulai dipersiapkan. Saat ini pembangunan fisik masih dalam tahap awal, sedangkan proses pembelajaran sementara sudah berjalan di Sentra Abiseka milik Kementerian Sosial.

Program pembangunan rumah swadaya juga menjadi perhatian pemerintah kota. Sebanyak 42 unit rumah layak huni berhasil dibangun dan 12 unit rumah direhabilitasi untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Selain itu, pengembangan jaringan gas kota juga terus dilakukan. Saat ini Pekanbaru telah memiliki sekitar 20 ribu sambungan rumah jaringan gas yang diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh energi yang lebih efisien dan terjangkau.

Transformasi ekonomi yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Bagikan:

Komentar