![]() |
| Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperkuat komitmen menjadikan kota lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui berbagai program lingkungan hidup yang mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. |
Pekanbaru, riauantara.co | Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperkuat komitmen menjadikan kota lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui berbagai program lingkungan hidup yang mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Dalam satu tahun terakhir, kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar menghadirkan sejumlah langkah konkret untuk membenahi persoalan sampah, banjir, ruang hijau, hingga pengelolaan energi ramah lingkungan.
Salah satu program utama yang menjadi perhatian adalah Gerakan Serbu Sampah. Program ini hadir sebagai upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Sebagai bagian dari program tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru membentuk Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan.
Kehadiran LPS bertujuan memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, mulai dari pengangkutan hingga pengurangan timbulan sampah di tingkat lingkungan.
Pemerintah kota juga melakukan penindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal yang selama ini menjadi salah satu penyebab munculnya titik-titik penumpukan sampah liar di Pekanbaru.
Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan efek jera sekaligus memperkuat budaya disiplin masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.
Tak hanya itu, Pekanbaru kini mulai memasuki babak baru pengelolaan lingkungan melalui pengembangan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.
Program ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah sekaligus mendukung pengembangan energi alternatif yang ramah lingkungan.
Di sisi lain, penanganan banjir juga dilakukan secara masif. Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer dan pembenahan drainase serta daerah aliran sungai sepanjang 109,5 kilometer.
Sebanyak 20 titik rawan banjir menjadi fokus penanganan agar genangan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat dapat diminimalisir.
Program penghijauan kota turut diperkuat melalui penanaman 15 ribu pohon di berbagai wilayah Pekanbaru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari visi Pekanbaru Green City yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas udara, mengurangi suhu panas perkotaan, serta memperluas ruang terbuka hijau.
Penataan kota juga dilakukan melalui penertiban 175 tiang reklame yang dinilai mengganggu estetika kota dan keselamatan pengguna jalan.
Dengan penataan tersebut, wajah Pekanbaru perlahan mulai terlihat lebih tertib dan nyaman.
![]() |
| pemerintah kota juga menggelar Event Lari Pekanbaru 10K dan meresmikan Stadion Mini Gelora Hang Tuah. |
Dalam mendukung pola hidup sehat masyarakat, pemerintah kota juga menggelar Event Lari Pekanbaru 10K dan meresmikan Stadion Mini Gelora Hang Tuah.
Kegiatan tersebut tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat interaksi sosial masyarakat melalui aktivitas olahraga.
Sementara itu, solidaritas sosial juga ditunjukkan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan memberikan bantuan kepada daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan berupa uang tunai dan sembako itu menjadi bentuk kepedulian antarwilayah dalam menghadapi bencana.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga mulai memperkuat sistem keamanan masyarakat melalui peluncuran Tim Reaksi Cepat Pekanbaru Aman 112.
Tim tersebut disiapkan untuk memberikan respons cepat terhadap berbagai kondisi darurat dan meningkatkan rasa aman masyarakat.
Berbagai langkah yang dilakukan menunjukkan bahwa arah pembangunan Pekanbaru kini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Transformasi menuju kota yang bersih, hijau, dan sehat perlahan mulai terlihat nyata di bawah kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar.



Komentar